Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Heritabilitas dan Korelasi Genotipik Karakter Kuantitatif Galur S5 Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering Nurlaila Sa'adah; I Wayan Sudika; Dwi Ratna Anugrahwati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/0hcxb894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai heritabilitas arti luas dan koefisien korelasi genotipik karakter kuantitatif galur S5 tanaman jagung di lahan kering. Penelitian dilaksanakan di lahan kering dengan sumber air sumur bor pada bulan Februari hingga Juni 2025, bertempat di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan 16 genotipe yang terdiri atas 16 galur S5 dengan masing-masing diulang dua kali sehingga diperoleh 32 unit percobaan. Karakter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, sudut daun, diameter batang, luas daun, umur panen, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol kering panen, berat 1000 biji, dan bobot biji kering pipil per tanaman. Data hasil percobaan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dengan taraf nyata 5%, Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kuantitatif galur-galur S5 tanaman jagung di lahan kering memiliki variasi kategori nilai heritabilitas arti luas. Karakter yang memiliki heritabilitas kriteria tinggi yaitu berat 1000 biji; kriteria sedang yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, umur panen, diameter tongkol dan berat biji kering pipil; sedangkan kriteria rendah yaitu sudut daun, panjang tongkol dan bobot tongkol kering panen. Seluruh karakter kuantitatif yang diamati berkorelasi dengan hasil, kecuali diameter batang. Korelasi kuat terhadap hasil ditunjukkan yaitu pada karakter tinggi tanaman, jumlah daun, umur panen, diameter tongkol, dan bobot tongkol kering panen; korelasi sedang yaitu luas daun, panjang tongkol dan berat 1000 biji; sedangkan korelasi lemah yaitu sudut daun.
Keragaman Hama Penting Pada Tanaman Ubi Kayu (Manihot Esculenta Crantz) Fase Vegetatif Tiara Cahaya Putri; Muhammad Sarjan; Dwi Ratna Anugrahwati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/nfb23q61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keragaman hama penting pada tanaman ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) fase vegetatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni s/d Oktober 2025 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Mataram, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pengamatan langsung dan tidak langsung menggunakan perangkap serangga. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh 8 genus hama yaitu Vatiga, Tetranychus, Paracoccus, Ferrisia, Valanga, Gryllotalpa, Altica, dan Aulacophora dengan total 1.342 individu, dimana Vatiga merupakan hama dominan dengan jumlah individu tertinggi. Dinamika populasi hama menunjukkan pola peningkatan pada fase vegetatif hingga mencapai puncak kemudian mengalami penurunan Nilai indeks keragaman hama tergolong sedang (H’ = 1,49), indeks kemerataan menunjukkan komunitas berada dalam kondisi sedang (E = 0,72), serta indeks dominansi tergolong rendah (C = 0,28) yang menunjukkan tidak adanya genus yang mendominasi secara mutlak. Intensitas serangan yang disebabkan Vatiga meningkat hingga mencapai puncak pada 12 MST, dan hasil analisis regresi menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara populasi dan intensitas serangan (R² = 0,865), sehingga populasi hama dapat dijadikan sebagai indikator dalam memprediksi tingkat serangan hama pada tanaman ubi kayu.
Genetic Parameters of Quantitative Characters OF Self-Produced Lines of the Fifth Generation of Corn Plants in Dry Land I Wayan Sutresna; I Wayan Sudika; Dwi Ratna Anugrahwati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 6 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i6.15894

Abstract

This study aimed to determine the genetic diversity, heritability, and correlation of quantitative traits of the fifth generation (S5) of selfing lines of maize plants. The experiment was conducted in the dry land of Gumantar village, North Lombok, from February to May 2025. The design used in this experiment was a randomized block design. The number of treatments was 30 S5 lines. Each treatment was repeatedThe experiment was conducted twice, resulting in 60 experimental units. Eleven quantitative characters were observed, consisting of growth variables, yield components, harvest age, and yield. The experimental data were analyzed using analysis of variance at a significance level of five percent. The correlation between characters and yield was calculated using Pearson rank correlation. The results showed that six quantitative characters of the S5 line had narrow genetic diversity and six characters had moderate criteria; with genetic diversity coefficients ranging from 1.56 for harvest age and 13.02 for yield. The broad-sense heritability of 1,000-grain weight was high, six characters were moderate, and the rest were narrow. The yield character was strongly correlated with the harvested dry cob weight per plant; with cob length being moderately correlated; four characters were weakly correlated, and the other characters were not correlated with yield. The plants selected to form the sixth selfing generation were taller plants with narrower leaf angles and flowering simultaneously