Pemeriksaan hematologi merupakan cabang ilmu yang berfokus pada darah dan komponen penyusunnya. Hemoglobin, hematokrit, dan eritrosit merupakan parameter penting yang diperiksa menggunakan hematology analyzer. Alat ini menyediakan dua mode pemeriksaan, yaitu mode whole blood yang membutuhkan 1 mL sampel darah dan mode prediluted yang hanya memerlukan 20 μL, yang digunakan ketika volume sampel darah terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, dan jumlah eritrosit serta nilai indeks bias antara mode whole blood dan mode prediluted pada Hematology Analyzer Mindray BC-20. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross-sectional komparatif, melibatkan 30 responden sehat. Sampel darah EDTA diperiksa menggunakan kedua mode dan dianalisis menggunakan uji paired samples t-test dan uji wilcoxon signed-rank pada aplikasi SPSS, serta dilakukan perhitungan nilai indeks bias menggunakan batas desirable berdasarkan European Federation of Clinical Chemistry and Laboratory Medicine (EFLM) Biological Variation Database 2022. Hasil penelitian menunjukkan rerata hemoglobin sebesar 13,27 dan 14,70 g/dL, hematokrit sebesar 40,76 dan 43,16%, serta eritrosit sebesar 4,75 dan 5,10 × 10⁶/mm³ masing-masing pada mode whole blood dan prediluted, dengan nilai p < 0,001 pada seluruh parameter. Perhitungan nilai indeks bias menunjukkan bahwa ketiga parameter melebihi batas desirable EFLM 2022, yang mengindikasikan bahwa perbedaan hasil antara kedua mode tidak hanya bermakna secara statistik, tetapi juga bermakna secara klinis. Kesimpulan penelitian ini adalah mode prediluted tidak dapat digunakan sebagai pengganti mode whole blood dalam pemeriksaan hematologi untuk mendukung penegakan diagnosis penyakit, dan apabila penggunaannya tidak dapat dihindari, hasil yang diperoleh perlu dikonversi terlebih dahulu ke nilai mode whole blood.