Pengukuran panjang dan berat merupakan materi matematika sekolah dasar yang menuntut siswa tidak hanya hafal satuan, tetapi juga memahami makna ukuran dan mampu menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembelajaran pengukuran panjang dan berat pada siswa sekolah dasar berdasarkan berbagai sumber akademik, khususnya mengenai konsep pengukuran, penggunaan satuan baku, hubungan antarsatuan, serta pembelajaran yang membantu siswa memahami dan menerapkan konsep tersebut. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data berupa artikel jurnal dan buku yang ditelusuri melalui kata kunci terkait, diseleksi berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan penelitian, kemudian dianalisis dengan membandingkan temuan antarsumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesulitan siswa lebih sering bersumber dari lemahnya pemahaman konsep, hubungan antarsatuan, pemilihan strategi, dan penerapan konsep pada soal, bukan semata-mata dari kemampuan menghitung. Berbagai penelitian juga memperlihatkan bahwa permainan tradisional, LKPD, media konversi, video animasi, Pop-Up Book, media berbasis HOTS, dan aktivitas praktis dapat membantu siswa memahami pengukuran melalui pengalaman yang konkret. Tidak ada satu media yang cocok untuk semua kondisi, sehingga guru perlu memilih dan memadukannya sesuai karakteristik materi, usia siswa, dan tujuan pembelajaran. Pembelajaran pengukuran yang bermakna berlangsung bertahap, dari pengalaman konkret menuju pemahaman konsep, lalu penerapan dalam situasi nyata.