Abdul Malik Alwatoni
Universitas Mataram

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pencegahan Pernikahan Anak Melalui Program Break the Chain of Child Marriage Di Desa Dadap Made Nanda Kuswanda; Dinda Salsabila; Rahmadi Sakban; Abdul Malik Alwatoni; Gilang Bahari Makmun; I Komang Rendi Arya Winarsa; Mohammad Bukrom; Moehammad Ronaldiva; Era Pazira; Lalu Nabil Aziz Mulyadi
Eastasouth Journal of Impactive Community Services Vol 4 No 01 (2025): Eastasouth Journal of Impactive Community Services (EJIMCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejimcs.v4i01.434

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memutuskan rantai pernikahan anak yang marak terjadi di Lombok Tengah terutama Kec. Pujut. Pemilihan Desa Dadap dimaksud karena umur Desa yang terbilang masih sangat muda sehingga masih bisa dilakukan intervensi terutama pada perdes yang masih belum membahas mengenai pernikahan anak. Masalah budaya menjadi halangan terbesar dalam melakukan intervensi ini karena basis budaya yang sangat kental di wilayah Pujut. Penekanan terhadap kasus pernikahan anak sangat penting untuk masa depan wilayah tersebut agar tidak semakin tertinggal.
Pencegahan Pernikahan Usia Anak Melalui Edukasi Resiko Dan Dampak Pergaulan Bebas Bagi Remaja Di Desa Dadap Made Nanda Kuswanda; Dinda Salsabila; Rahmadi Sakban; Abdul Malik Alwatoni; Gilang Bahari Makmun; I Komang Rendi Arya Winarsa; Mohammad Bukrom; Moehammad Ronaldiva; Era Pazira; Lalu Nabil Aziz Mulyadi
Eastasouth Journal of Impactive Community Services Vol 4 No 01 (2025): Eastasouth Journal of Impactive Community Services (EJIMCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejimcs.v4i01.435

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk Langkah Muda, mahasiswa Universitas Mataram. Bakti ini dilakukan untuk siswa MTs Birul Walidain di Desa Dadap, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung pada 9 Agustus 2025. Tema kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah "Edukasi Mencegah Perkawinan Anak Melalui Pemahaman Risiko dan Dampak Pergaulan Bebas bagi Remaja." Melalui pendidikan ini, siswa belajar tentang dampak negatif pergaulan bebas, kesehatan reproduksi, dan hubungan yang sehat. Edukasi ini juga mempromosikan hubungan yang sehat dengan membahas pentingnya menghargai diri sendiri dan orang lain. Sebagai generasi penerus dan harapan bangsa, pengetahuan siswa tentang pendidikan seks dan pencegahan pergaulan bebas perlu ditingkatkan untuk mengurangi jumlah perkawinan anak di Lombok Tengah. Metode pengabdian masyarakat menggunakan ceramah dan diskusi interaktif dengan pembicara dari LSM YGSI (Yayasan Gemilang Sehat Indonesia). Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa untuk membuat pilihan yang tepat dan sehat tentang kehidupan masa depan mereka.
Penguatan Pemahaman Hak Anak dan Komunikasi Efektif Orang Tua Dalam Mencegah Pernikahan Usia Anak di Desa Dadap Made Nanda Kuswanda; Dinda Salsabila; Rahmadi Sakban; Abdul Malik Alwatoni; Gilang Bahari Makmun; I Komang Rendy Arya Winarsa; Mohammad Bukrom; Moehammad Ronaldiva; Era Pazira; Lalu Nabil Aziz Mulyadi
Eastasouth Journal of Impactive Community Services Vol 4 No 01 (2025): Eastasouth Journal of Impactive Community Services (EJIMCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejimcs.v4i01.436

Abstract

Pernikahan anak merupakan permasalahan yang masih banyak terjadi di Nusa Tenggara Barat, seperti di Desa Dadap, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Fenomena ini umumnya disebabkan oleh faktor ekonomi, adat istiadat, pergaulan bebas, dan pengaruh gawai. Dampak negatif perkawinan anak sangat luas, misalnya seperti terganggunya pendidikan anak, perceraian, dan ancaman terhadap kesehatan anak saat melahirkan akibat fisik yang terbilang masih belum matang. Oleh karena itu, kelompok Langkah Muda berupaya mencegah peningkatan pernikahan anak di Desa Dadap melalui sosialisasi. Dengan tema sosialisasi Dampak Pernikahan Anak dan Peran Penting Orang Tua serta lingkungan dalam mendukung tumbuh kembang anak, Kelompok Langkah Muda berharap masyarakat semakin menyadari dampak negatif perkawinan anak.