Penyakit ginjal kronis merupakan penyakit progresif yang membutuhkan terapi hemodialisis jangka panjang dan dapat menimbulkan berbagai masalah psikologis, terutama kecemasan. Religious Coping menjadi salah satu strategi yang digunakan pasien untuk menghadapi kondisi penyakit dan proses pengobatan yang dijalani. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Religious Coping dengan tingkat kecemasan pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisis di RS Bina Sehat Jember. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 84 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data Religious Coping dikumpulkan menggunakan kuesioner Brief Religious Coping versi modifikasi Islam, sedangkan tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat religious coping kategori tinggi (91,7%) dan tingkat kecemasan berada pada kategori tidak ada kecemasan (47,6%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara religious coping dengan tingkat kecemasan (p < 0,001; r = -0,547). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat religious coping, maka tingkat kecemasan pasien cenderung semakin rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara religious coping dengan tingkat kecemasan pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisis di RS Bina Sehat Jember.