Andri Pratama
Universitas Mulawarman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN PENGETAHUAN PEMBUDIDAYA TENTANG POTENSI USAHA BUDIDAYA IKAN DI DESA SEBAKUNG JAYA KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Muhammad Syafril; Juliani Juliani; Gusti Haqiqiansyah; Andri Pratama
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i2.2438

Abstract

Keberhasilan usaha budidaya ikan tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis produksi, tetapi juga oleh kemampuan pembudidaya dalam memahami potensi sumber daya alam, lingkungan, dan sosial ekonomi yang mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan. Desa Sebakung Jaya, Kabupaten Penajam Paser Utara, sebagai Kampung Perikanan Budidaya Air Tawar, masih menghadapi keterbatasan pengetahuan pembudidaya mengenai potensi wilayah yang dapat dioptimalkan dalam sistem agribisnis perikanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pembudidaya tentang potensi wilayah yang mendukung usaha budidaya ikan air tawar yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sebakung Jaya dengan melibatkan 20 orang anggota Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN). Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan difusi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) melalui pendekatan pedagogi yang dipadukan dengan presentasi, diskusi interaktif, dan tanya jawab. Materi penyuluhan mencakup potensi sumber daya alam dan lingkungan, serta potensi sosial ekonomi, yang mendukung pengembangan komoditas unggulan ikan air tawar melalui upaya budidaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai potensi wilayah sebagai modal pengembangan usaha budidaya. Peningkatan tersebut tercermin dari tingginya partisipasi peserta dalam diskusi, kemampuan mengidentifikasi potensi wilayah, serta munculnya berbagai gagasan terkait penguatan kelembagaan dan strategi pemasaran hasil perikanan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis potensi wilayah merupakan pendekatan yang efektif dalam memperkuat kapasitas pembudidaya menuju usaha budidaya ikan yang lebih produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan.
Logistical And Operational Challenges In Cold Chain Systems For Fishery Products In Developing Countries: A Literature Review: English Andri Pratama; Ray Octa Firdaus
Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis - Desember 2025
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaemb.v13i2.11583

Abstract

The delivery of fishery products must consistently maintain product quality and integrity to prevent deterioration during the post-harvest period. In developing countries, the distribution of fishery products faces challenges in the post-harvest cold chain system, ranging from infrastructure, technology, and transportation to human resources. This study aimed to identify the logistical and operational challenges in implementing cold chain systems for fishery products in developing countries. The method used in this research is a literature review, with data obtained from accredited journals focused on the topic of cold chain systems. Based on the literature review, it was found that cold chain system challenges in developing countries include road infrastructure that does not connect regions, technology that cannot be applied to the cold chain system because of high financial requirements, transportation units that do not meet cold chain shipping standards, and human resources that lack understanding of the importance of maintaining the quality and integrity of fishery products during the post-harvest period. The implications and recommendations include the need for improved infrastructure development, investment in technology, implementation of transportation units that meet cold chain standards, and enhancement of human resource quality.