Imron Imron
Universitas Indo Global Mandiri, palembang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemantauan Kualitas Udara PM2.5 Berbasis IoT di Lingkungan Kampus Sebagai Upaya Pengendalian Penyakit kibat Kerja Dwiky Juanda; Imron Imron; Samat Samat
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 4 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v4i1.1010

Abstract

Polusi udara, khususnya partikulat halus (PM₂.₅), merupakan salah satu pencemar udara yang berpotensi memengaruhi kualitas udara dan kesehatan, termasuk di lingkungan kampus yang memiliki aktivitas manusia cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mengukur dan menganalisis konsentrasi PM₂.₅ di lingkungan kampus menggunakan sistem pemantauan berbasis Internet of Things. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengukuran dilakukan secara real-time selama 24 jam pada tiga lokasi, yaitu area parkiran, kantin, dan Gedung B lantai 2 menggunakan sensor Sharp GP2Y10 yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP32. Data dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan baku mutu udara ambien berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi PM₂.₅ di area parkiran sebesar 23,91 µg/m³ , kantin sebesar 24,07 µg/m³, dan Gedung B lantai 2 sebesar 23,91 µg/m³ Variasi konsentrasi PM₂.₅ teramati pada setiap lokasi dan periode pengukuran yang berkaitan dengan karakteristik aktivitas serta kondisi lingkungan selama proses pengukuran. Seluruh hasil pengukuran masih berada di bawah baku mutu udara ambien sebesar 55 µg/m³ untuk rata-rata 24 jam. Sistem pemantauan berbasis Internet of Things mampu menampilkan dan menyimpan data konsentrasi PM₂.₅ secara real-time, sehingga berpotensi mendukung pemantauan kualitas udara dan penyusunan upaya pengelolaan lingkungan kampus secara berkelanjutan.
Pemantauan Suhu Dan Kelembaban Berbasis IoT Pada Lingkungan Kampus Sebagai Upaya Pengendalian K3 Imron Imron; muhammad-Fariz al-hapis; Samat Samat
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 4 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v4i1.1030

Abstract

Pemantauan kondisi suhu dan kelembaban udara secara real-time merupakan salah satu upaya untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik lingkungan kampus sebagai dasar penyusunan rekomendasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi suhu dan kelembaban udara melalui sistem berbasis Internet of Things (IoT) serta menyusun rekomendasi pengendalian berdasarkan hasil pemantauan. Penelitian menerapkan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan sensor DHT22 yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP32 sebagai perangkat akuisisi data. Pengumpulan data dilakukan secara real-time selama 24 jam pada tiga titik pengamatan di lingkungan kampus, meliputi area parkir, kantin, dan Gedung B Lantai 2. Data yang diperoleh kemudian diolah secara deskriptif berdasarkan periode pagi, siang, dan malam. Hasil pemantauan memperlihatkan bahwa suhu rata-rata tertinggi ditemukan di area kantin pada periode siang, yaitu 29,9°C. Area parkir mencatat suhu rata-rata sebesar 29,3°C pada periode pagi, sedangkan Gedung B Lantai 2 menunjukkan kondisi suhu yang relatif stabil dengan kisaran 27,4–27,9°C. Nilai kelembaban rata-rata tertinggi terdapat di area parkir sebesar 90,4%, diikuti kantin sebesar 83,6% dan Gedung B Lantai 2 sebesar 78,5%. Secara keseluruhan, hasil pengukuran menunjukkan bahwa suhu udara pada seluruh lokasi masih berada di bawah nilai acuan 31°C, sementara kelembaban relatif tergolong tinggi, terutama pada area parkir selama masa pengamatan. Sistem pemantauan berbasis IoT mampu menyediakan data lingkungan secara berkelanjutan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai informasi pendukung dalam penyusunan rekomendasi pengendalian K3 di lingkungan kampus.