Hendra Kusumajaya
Prodi S1 Ilmu Keperawatan, Institut Citra Internasional

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MENINGKATNYA KEJADIAN PENDERITA SKIZOFRENIA PARANOID DI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH dr SAMSI JACOBALIS PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TAHUN 2024 bunga sesilia anugrah; Agustin Agustin; Hendra Kusumajaya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.45359

Abstract

Skizofrenia merupakan penyakit yang mengganggu pikiran penderita dengan ditandai dengan halusi, delusi, perilaku tidak normal dan teratur, sehingga sulit untuk bersosialisasi dilingkungan masyarakat. Penyebabnya masih belum jelas umumnya dipercaya adanya kelainan pada otak yang dapat disebabkan oleh masalah genetik, faktor psikologi seperti trauma sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor – faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kejadian penderita skizofrenia paranoid di Rawat Jalan di Rumah Sakit Jiwa dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Survey Cross Sectional dan uji Chi-Square dengan hasil berupa analisa univariat dan analisa bivariat. Dengan menggunakan teknik total sampling. Populasi pada penelitian ini adalah keluarga pasien yang menemani pasien berobat rawat jalan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang. Hasil penelitian ini diketahui ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga ( P Value = 0,000), Dukungan Lingkungan Sekitar (P Value = 0,032), Kepatuhan Minum Obat (P Value = 0,001) dengan meningkatnya kejadian skizofrenia paranoid di rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah meningkatnya kejadian skizofrenia paranoid karena adanya dukungan keluarga, dukungan lingkungan sekitar dan kepatuhan minum obat yang kurang dari keluarga kepada pasien yang menderita skizofrenia paranoid. Saran dari penelitian ini adalah diharapkan pihak rumah sakit untuk memberikan informasi bagi keluarga pasien tentang dampak dari dukungan keluarga, dukungan lingkungan sekitar dan kepatuhan minum obat untuk mengurangi peningkatan terjadinya skizofrenia paranoid ini.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS PADA REMAJA DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2025 Nadita Nadita; Hendra Kusumajaya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58063

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan kini tidak hanya menyerang usia dewasa, tetapi juga kelompok remaja. Perubahan gaya hidup, pola makan tidak sehat, serta faktor genetik diduga berperan terhadap meningkatnya kejadian diabetes melitus pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus pada remaja di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien remaja yang melakukan pemeriksaan kadar gula darah di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang periode Januari–Oktober 2025 sebanyak 236 orang, dengan jumlah sampel 163 responden yang diambil menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan data rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian diabetes melitus pada remaja (p < 0,05), terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian diabetes melitus pada remaja (p < 0,05), serta terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga dengan kejadian diabetes melitus pada remaja (p < 0,05), kesimpulan penelitian ini adalah usia, pola makan, dan riwayat keluarga berhubungan dengan kejadian diabetes melitus pada remaja. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam upaya promotif dan preventif untuk menurunkan risiko diabetes melitus sejak usia remaja.