Muhammad Iqbal Daniswara
Medical Student, Faculty of Medicine and Health Sciences, University of Mataram, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

APENDISITIS AKUT : REKONSTRUKSI PATOFISIOLOGI DAN TANTANGAN DALAM PENEGAKAN DIAGNOSIS SERTA MANAJEMEN NON-OPERATIF A LITERATURE RIVIEW I Putu Reza Wedangga; Annisa Nuralfiah; Shafira Adinda Putri; Baiq Rizqika Catur Putri; Hudiya Ramadhani Virgianto; Aurellia Sabela Faiz; Ghina Aqillah Yasmine; Putri Rabiatun; Muhammad Iqbal Daniswara; Fito Danang Sofiandi; Mulyanatul Aliyyah; Lalu Aditya Satyawan; Raehanul Bahraen
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.52788

Abstract

Apendisitis akut merupakan salah satu penyebab tersering kasus bedah abdomen darurat di dunia yang masih menjadi tantangan dalam penegakan diagnosis serta pemilihan tatalaksana yang tepat. Variasi gejala yang menyerupai penyakit abdomen akut lain sering menyebabkan keterlambatan diagnosis maupun peningkatan angka negative appendectomy. Kajian ini bertujuan merekonstruksi mekanisme patofisiologi apendisitis akut, mengevaluasi pendekatan diagnostik, serta menelaah efektivitas manajemen non-operatif dibandingkan tindakan operatif. Penelitian menggunakan metode literature review deskriptif naratif melalui penelusuran artikel ilmiah pada database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Garuda, dan Neliti tahun 2015–2025 menggunakan kata kunci terkait apendisitis akut, diagnosis, patofisiologi, dan tatalaksana non-operatif. Dari 58 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa obstruksi lumen akibat fekalit, hiperplasia limfoid, maupun pola diet rendah serat menjadi faktor utama terjadinya inflamasi apendiks. Penegakan diagnosis paling efektif dilakukan melalui kombinasi sistem skoring, pemeriksaan fisik spesifik, marker inflamasi laboratorium, dan pencitraan. Tatalaksana antibiotik pada apendisitis tanpa komplikasi menunjukkan hasil non-inferior terhadap apendektomi pada luaran jangka pendek, meskipun sebagian pasien tetap memerlukan operasi lanjutan. Dengan demikian, diagnosis yang cepat dan akurat sangat penting untuk menentukan strategi terapi yang optimal serta mencegah komplikasi berat seperti perforasi, peritonitis, dan sepsis.