Anggia Riske Wijayanti
Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Nusa Nipa Maumere

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI KASUS : PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI FINGER HOLD UNTUK MENGURANGI TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST APENDIKTOMI DI RUANG DAHLIA RSUD dr. T.C HILLERS MAUMERE Arkam Arkam; Anggia Riske Wijayanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56673

Abstract

 Apendisitis merupakan suatu keadaan dimana terjadinya suatu peradangan yang diakibatkan infeksi pada usus buntu atau umbai cacing yang menyebabkan peradangan akut sehingga dibutuhkan tindakan operasi segera untuk  mencegah komplikasi, karena infeksi ini dapat mengakibatkan peradangan akut. Apendiks adalah organ kecil berbentuk kantung, yang berukuran antara 5 cm sampai 10 cm yang berhubungan dengan usus besar. Apendiks yang terinfeksi dapat membuat cairan (nanah) masuk ke rongga perut yang menyebabkan peritonitis. Pengobatan untuk mencegah infeksi adalah dengan melakukan tindakan pembedahan yang disebut Apendiktomi. Efek dari pembedahan ini adalah respon ketidaknyamanan berupa nyeri. Adapun tujuannya yaitu untuk mengetahui penurunan skala nyeri menggunakan Teknik Relaksasi Finger Hold pada pasien post operasi Apendiktomi di Ruang Dahlia RSUD dr. T.C Hillers Maumere. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan instrumen NRS (numeric rating scale). Metode pengambilan data dalam penelitian ini dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Instrumen pengumpulan data menggunakan Format Asuhan Keperawatan yang berlaku dengan analisis data yang disajikan secara deskriptif. Setelah dilakukannya tindakan teknik relaksasi finger hold selama 3x8 jam didapatkan hasil adanya penurunan intensitas skala nyeri pada kedua pasien. Dimana pada pasien 1 dari skala nyeri 6 (nyeri sedang) turun menjadi skala nyeri 3 (nyeri ringan). Sedangkan pasien 2 dari skala nyeri 5 (nyeri sedang) turun menjadi skala nyeri 2 (nyeri ringan). Teknik Relaksasi Finger Hold dapat menurunkan intensitas skala nyeri pada pasien apendisitis.  
ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PEMBERIAN INTERVENSI TERAPI REFLEKSI PIJAT KAKI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN AMAN NYAMAN DI RUANG MAWAR RSUD dr. T.C HILLERS MAUMERE Maria Elfiana Nona hape; Anggia Riske Wijayanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57728

Abstract

Diabetes merupakan suatu penyakit metabolik yang kegagalan sistem untuk mempertahankan homeostasis glikosa. Penyakit ini berdampak negatif pada kualitas hidup dan menimbulkan masalah kesehatan bagi seseorang. Selain itu, terapi nonfarmakologi seperti terapi pijat refleksi kaki efektif membantu meningkatkan status kenyamanan melalui mekanisme stimulasi sistem saraf, pelepasan endofrin, dan peningkatan sirkulasi darah serta penurunan aktivitas saraf simpatis. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus yaitu surevy deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan. Subjek penelitian adalah Pasien dengan diagnosa medis DM Tipe 2. Teknik pengambilan partisipan dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi menggunakan format pengkajian Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. Sampel yang digunakan 2 pasien. Penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan tindakan keperawatan terapi refleksi pijat kaki selama 3 kali dalam 3 hari dapat meningkatkan status kenyamanan pada pasien Diabetes Melitus Tipe 3. Dapat disimpulkan bahwa dengan memberikan tindakan keperawatan terapi pijat refleksi kaki dapat meningkatkan status kenyamanan pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2