Batu ginjal (nefrolitiasis) merupakan salah satu gangguan sistem urinaria yang sering menimbulkan nyeri hebat akibat adanya obstruksi pada saluran kemih. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pasien, tetapi juga dapat menurunkan kualitas hidup sehingga memerlukan penanganan yang tepat dan efektif. Selain terapi farmakologis, intervensi nonfarmakologis seperti kompres hangat diketahui berpotensi membantu mengurangi intensitas nyeri melalui mekanisme relaksasi otot dan peningkatan sirkulasi darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien batu ginjal di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan setelah intervensi. Kompres hangat diberikan dengan suhu 37–40°C selama 15–20 menit. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri sebelum intervensi adalah 7,47 (kategori nyeri berat), kemudian mengalami penurunan menjadi 2,33 (kategori nyeri ringan) setelah diberikan kompres hangat. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value <0,001 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kompres hangat efektif dalam menurunkan nyeri pada pasien batu ginjal dan dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sederhana, aman, serta mudah diterapkan dalam praktik klinis untuk meningkatkan kenyamanan pasien.