Fajar Yudha
Program Studi Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Mitra Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Senam Aerobik Low Impack Lebih Menurunkan Tekanan Darah Sistolik dan Siastolik pada Penderita Hipertensi Dibandingkan dengan Senam Prolanis Novika Andora; Fajar Yudha
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v12i1.1748

Abstract

Peningkatan penderita hipertensi menjadi permasalahan yang masih perlu diperhatikan. Hipertensi menjadi sangat membahanyakan ketika penderita tidak dapat mengkontrol tekanan darah yang sangat memberikan resiko untuk terjadinya komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan antara kedua intervensi, untuk melihat intervensi mana yang lebih banyak dalam hal penurunan tekanan darah pada pasien intervensi apakah dengan intervensi latihan aerobik low impack atau dengan senam PROLANIS. Penelitian ini menggunakan pre eksperimen two group design menurunkan tekanan darah pada pasien Hipertensi. Kelompok pertama adalah pasien Hipertensi dengan intervensi senam PROLANIS dan kelompok kedua pasien Hipertensi dengan intervensi senam aerobik low impack. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan 92 responden 46 responden dibagi menjadi kelompok senam PROLANIS dan 46 responden untuk senam Aerobik Low Impack. Pemberian intervensi selama 4 minggu. Perbedaan tekanan darah pada masing-masing kelompok diuji dengan uji t test dependent dan perbedaan antara dua kelompok intervensi menggunakan uji t test independent. Hasil penelitian ini didapatkan pengukuran tekanan darah pada intervensi senam PROLANIS mengalami penurunan sebanyak 8,5 mmHg untuk sistole dan sebanyak 5 mmgHg untuk diastole. Hasil pengukuran tekanan darah pada Intervensi senam Aerobik low impack mengalami penurunan sebanyak 13,75 mmHg untuk sistole dan sebanyak 11,75 mmgHg untuk diastole. Hasil riset ini bisa disimpulkan kalau ada perbandingan rerata tekanan darah sistolik serta diastolik antara kelompok Senam PROLANIS dan Senam Aerobik Low Impack. Hasil uji statistik menampilkan nilai ρ= 0,000 (skor ρα), ada perbedaan pengaruh yang signifikan pemberian senam aerobik low impack yang berakibat pada penyusutan tekanan darah sistolik pada pengidap hipertensi. Senam Aerobik Low Impack dapat dijadikan terapi komplementer pada penderita Hipertensi.
PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN BATU GINJAL DI RSUD HJ. ABDUL MOELOEK Tegar Praditha Erdiana; Novika Andora; Fajar Yudha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56904

Abstract

Batu ginjal (nefrolitiasis) merupakan salah satu gangguan sistem urinaria yang sering menimbulkan nyeri hebat akibat adanya obstruksi pada saluran kemih. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pasien, tetapi juga dapat menurunkan kualitas hidup sehingga memerlukan penanganan yang tepat dan efektif. Selain terapi farmakologis, intervensi nonfarmakologis seperti kompres hangat diketahui berpotensi membantu mengurangi intensitas nyeri melalui mekanisme relaksasi otot dan peningkatan sirkulasi darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien batu ginjal di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan setelah intervensi. Kompres hangat diberikan dengan suhu 37–40°C selama 15–20 menit. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri sebelum intervensi adalah 7,47 (kategori nyeri berat), kemudian mengalami penurunan menjadi 2,33 (kategori nyeri ringan) setelah diberikan kompres hangat. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value <0,001 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kompres hangat efektif dalam menurunkan nyeri pada pasien batu ginjal dan dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sederhana, aman, serta mudah diterapkan dalam praktik klinis untuk meningkatkan kenyamanan pasien.