Maryana Maryana
Prodi S1 Ilmu Keperawatan, Institut Citra Internasional

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS BEBAN KERJA PERAWAT RAWAT INAP DI RSUD DEPATI BAHRIN SUNGAILIAT: STUDI FENOMENOLOGI TAHUN 2025 Devina Mangku Pasma; Maryana Maryana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58064

Abstract

Beban kerja perawat merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kinerja perawat, keselamatan pasien, dan mutu pelayanan keperawatan. Tingginya jumlah pasien, ketidakseimbangan rasio perawat dan pasien, kompleksitas pekerjaan, serta keterbatasan sumber daya berpotensi meningkatkan beban kerja perawat di ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena beban kerja perawat rawat inap di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Tahun 2025, meliputi jenis beban kerja yang dialami serta dampaknya terhadap perawat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih secara purposive dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu beban kerja kualitatif, beban kerja kuantitatif, dampak beban kerja berlebih, dan mekanisme kerja di ruangan. Beban kerja kualitatif meliputi tanggung jawab profesi, tuntutan pekerjaan, dan tuntutan keluarga pasien. Beban kerja kuantitatif berkaitan dengan ketidakseimbangan rasio perawat dan pasien, kebutuhan pemantauan berkelanjutan, interaksi pelayanan yang terus-menerus, serta keterbatasan sarana. Dampak beban kerja berlebih berupa kelelahan fisik, perubahan emosional, dan penurunan kualitas pelayanan keperawatan. Kerja sama tim, pembagian tugas yang jelas, dan lingkungan kerja yang kondusif menjadi mekanisme yang membantu perawat dalam menghadapi beban kerja. Disimpulkan bahwa beban kerja perawat rawat inap merupakan fenomena yang kompleks, mencakup aspek kuantitatif dan kualitatif. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan beban kerja melalui penyesuaian jumlah tenaga perawat, pembagian tugas yang efektif, dan peningkatan dukungan organisasi untuk meningkatkan kesejahteraan perawat serta mutu pelayanan keperawatan.
STUDI EKSPLORASI PENGALAMAN KEPALA RUANGAN DALAM MELAKUKAN SUPERVISI KLINIS DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKALPINANG TAHUN 2025 Novita Putri Evendi; Maryana Maryana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58065

Abstract

Supervisi klinis merupakan salah satu fungsi manajerial yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, keselamatan pasien, serta kompetensi perawat di rumah sakit. Namun, pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala ruangan masih menghadapi berbagai kendala, seperti tingginya beban kerja, keterbatasan waktu, belum adanya jadwal supervisi yang terstruktur, serta kurangnya sumber daya manusia. Kondisi tersebut menyebabkan pelaksanaan supervisi belum berjalan secara optimal sehingga berpotensi memengaruhi kualitas asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman kepala ruangan dalam melakukan supervisi klinis di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu pemahaman kepala ruangan mengenai supervisi klinis sebagai proses pembinaan, monitoring, dan evaluasi mutu pelayanan; pelaksanaan supervisi yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung sesuai kondisi di lapangan; faktor pendukung berupa motivasi, kerja sama tim, dan dukungan manajemen; serta faktor penghambat yang meliputi beban kerja tinggi, keterbatasan waktu, dan kekurangan sumber daya manusia. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, namun pelaksanaannya masih memerlukan penguatan melalui pelatihan yang berkelanjutan, penyusunan jadwal supervisi yang terstruktur, serta dukungan manajemen agar supervisi klinis dapat terlaksana secara optimal.
ANALISIS KUNJUNGAN POSYANDU ILP REMAJA DITINJAU DARI PENGETAHUAN, FAKTOR PENGHAMBAT, DAN PENDUKUNG DI PUSKESMAS DENDANG KABUPATEN TIMUR 2025 Regina Indah Purwasari; Maryana Maryana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58071

Abstract

Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Remaja merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan remaja. Namun, tingkat kunjungan remaja ke Posyandu ILP di wilayah kerja Puskesmas Dendang Kabupaten Belitung Timur masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rendahnya kunjungan Posyandu ILP Remaja ditinjau dari aspek pengetahuan, faktor penghambat, dan faktor pendukung. Oleh karena itu, Perubahan fisik yang dialami remaja sangat mempengaruhi pematangan emosi dan psikis. Jika proses pematangan ini tidak berjalan engan baik, perkembangan psikis dan emosi remaja juga dapat terhambat. Dengan demikian, pemahaman yang mendalam tentang proses perubahan ini menjadi sangat penting. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kemudian dianalisis menggunakan metode analisis data Colaizzi dengan keabsahan data Tringulasi Sumber. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama, yaitu pengetahuan remaja mengenai Posyandu ILP dengan kategori definisi posyandu ILP, kegiatan posyadu ILP, dan manfaat posyandu ILP; faktor penghambat dengan kategori kurangnya motivasi, kendala waktu, dan rendahnya minat; serta faktor pendukung dengan kategori dukungan teman sebaya, keluarga, kader, daya tarik layanan, dan ketersediaan sumber informasi    Posyandu ILP. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kunjungan remaja ke Posyandu ILP dipengaruhi oleh pengetahuan, hambatan internal remaja, serta dukungan lingkungan sekitar.
ANALISIS PELAKSANAAN TRIAS USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI SEKOLAH ISLAM TERPADU ALBINA PANGKALPINANG TAHUN 2025 Karina Agustine; Maryana Maryana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58072

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan program terpadu yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik agar dapat menunjang proses belajar mengajar secara optimal. Pelaksanaan UKS berpedoman pada TRIAS UKS yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan TRIAS Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Sekolah Islam Terpadu Albina Pangkalpinang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada informan utama dan informan pendukung yang terlibat dalam pelaksanaan UKS di sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema berdasarkan pengalaman dan persepsi informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan TRIAS UKS di Sekolah Islam Terpadu Albina Pangkalpinang secara umum telah berjalan dengan baik. Pendidikan kesehatan dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, serta keterlibatan siswa sebagai kader kesehatan. Pelayanan kesehatan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan sederhana, pertolongan pertama, serta kerja sama dengan puskesmas setempat. Pembinaan lingkungan sekolah sehat diwujudkan melalui upaya menjaga kebersihan, ketersediaan sarana sanitasi, dan penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana UKS.  Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan TRIAS UKS di Sekolah Islam Terpadu Albina Pangkalpinang telah terlaksana cukup optimal, namun diperlukan peningkatan dukungan sumber daya dan pengelolaan yang berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas program UKS.