Kustia Anggereni
Program Studi S1 Administrasi Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DIMENSI BUKTI FISIK DAN EMPATI PADA KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT INAP: LITERATURE REVIEW Bunga Cinta Rizki Ananta; Kustia Anggereni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58091

Abstract

Peningkatan mutu pelayanan Kesehatan adalah hal penting di seluruh dunia untuk mencapai Cakupan Kesehatan Semesta. Di Indonesia, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bertujuan untuk memberikan perlindungan finansial kepada seluruh masyarakat, tetapi kenyataannya, ruang rawat inap masih menjadi masalah dalam penerapan regulasi kualitas. Penelitian ini ingin melihat bagaimana bukti fisik dan empati mempengaruhi kepuasan pasien BPJS di ruang rawat inap dengan pendekatan sistematis. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan desain  Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti diagram PRISMA. Pencarian literatur dilakukan di Google Scholar untuk publikasi tahun 2025-2026 dengan kata kunci tertentu. Dari total 2.510 artikel yang ditemukan, dipilih 6 studi utama yang memenuhi syarat (desain cross-sectional, subjek pasien BPJS  yang dirawat inap, dan berisi pengujian statistik tentang bukti fisik serta empati) untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil sintesis menunjukan ada hubungan positif yang signifikan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Kenyamanan fasilitas fisik terbukti sebagai faktor yang paling berpengaruh dengan nilai Odds Ratio tertinggi yaitu 17,066, di mana keluhan utama ada pada kebersihan toilet dan sirkulasi udara. Di sisi lain, dimensi empati memberikan dampak psikologis yang kuat terhadap kepuasan, karena beban kerja klinis yang tinggi sering kali mengurangi responsivitas staf medis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepuasan pasien rawat inap sangat dipengaruhi oleh kombinasi antara kondisi infrastruktur fisik yang baik dan kualitas interaksi yang empatik. Manajemen rumah sakit disarankan untuk mereformasi kebijakan anggaran pemeliharaan fasilitas secara proaktif dan menilai beban kerja perawat untuk memastikan pelayanan yang berkualitas.
Literature Review: Efektivitas Penggunaan (SIMPUS) dalam Mewujudkan Efisiensi Administrasi dan Akurasi Data Kesehatan Senia Dwy Prastika; Kustia Anggereni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58100

Abstract

Manajemen administrasi yang dilakukan secara manual di fasilitas kesehatan primer sering kali menemui tantangan berat dalam hal efisiensi operasional, potensi kehiliangan dokumen, serta akurasi data kesehatan masyarakat. Situasi ini memerlukan adanya transformasi digital melalui penguatan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) untuk mendukung kebijakan nasional tentang satu data kesehatan. Tinjauan ini menganalisis efektivitas penerapan SIMPUS dalam meningkatkan kualitas layanan adaministrasi dan ketepatan data dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti pedoman PRISMA. Seleksi literatur dilakukan secara menyeluruh terhadap lima artikel penelitian asli yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir dengan fokus pada berbagai Puskesmas di Indonesia. Hasil dari analisis literatur menunjukkan bahwa digitalisasi sistem dapat secara efektif mengurangi birokrasi pendaftaran, menurunkan waktu tunggu pasien secara signifikan, serta memudahkan tenaga kesehatan dalam mengatur rekam medis elektronik. Selain itu, sistem ini juga terbukti menjadi alat strategis yang mendukung manajemen Puskesmas dalam pengambilan keputusan berbasis bukti melalui ketersedian laporan yang lebih akurat. Namun, efektivitas sistem ini belum optimal sepenuhnya karena terdapat kendala pada integrasi horizontal antar unit layanan dan keterbatasan infrastruktur, seperti ketidakstabilan jaringan internet dan kapasitas server yang rendah. Kondisi tersebut sering membuat petugas harus menggunakan sistem pencatatan yang ganda, yang justru menambah beban kerja administratif . Sebagai simpulan, keberhasilan SIMPUS sebagai komponen utama dalam transformasi kesehatan digital sangat bergantung pada keterpaduan antara penguatan infrastruktur teknologi, penyusunan SOP digital yang berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas literasi digital untuk sumber daya manusia agar dapat menjamin layanan kesehatan primer yang lebih responsif, efisien, dan akuntabel untuk masyarakat.