Pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) tidak hanya membawa inovasi, melainkan juga meningkatkan risiko kejahatan siber (cybercrime) seperti phishing dan penyebaran malware yang menyasar kelompok remaja rentan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran cyber hygiene serta membekali kecakapan digital siswa di SMKS Yadika Baturaja melalui pelatihan pengamanan akun. Metode pelaksanaan yang diterapkan dalam program ini adalah pendekatan edukatif-partisipatif, yang mengombinasikan sesi seminar interaktif mengenai mitigasi ancaman siber dengan sesi hands-on experience berupa praktik mandiri terbimbing. Kegiatan ini diikuti secara penuh oleh 25 siswa aktif sebagai khalayak sasaran. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan edukatif terbukti efektif mentransformasi pola pikir siswa terhadap pentingnya perlindungan privasi data pribadi. Melalui sesi partisipatif, sebanyak 15 siswa (60%) berhasil mengonfigurasi dan mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah (2-Step Verification) secara real-time hingga mencapai status terlindungi (secured). Seluruh rangkaian pelatihan berlangsung optimal tanpa ditemukan kendala teknis yang berarti di lapangan, didukung oleh kesiapan infrastruktur gawai dan jaringan internet sekolah yang stabil. Sementara itu, 10 siswa (40%) sisanya diarahkan untuk menyelesaikan proses aktivasi secara mandiri di rumah menggunakan modul panduan cetak yang telah didistribusikan. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara edukasi teoritis dan praktik pertahanan teknis yang aplikatif mampu menjadi langkah preventif yang strategis dalam membangun ekosistem digital yang aman dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah kejuruan