Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimizing Arabic Listening Skills: A Systematic Review and the Proposal of an Integrated Suggestopedic Brain-Based Learning (ISBBL) Model Muhammad Rasyid Ridha; M. Asdi Nurkholis; Khoirin Nikmah; Alin Safaraz Himam; Banna Irfan Ibadillah; Ahmad Mudzakkir Hamzah
Alsina : Journal of Arabic Studies Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/alsina.7.2.27815

Abstract

Proficiency in Arabic listening skills is often hindered by significant psychological barriers, such as foreign language anxiety. This study aims to address this challenge by developing a coherent pedagogical framework that integrates the affective strategies of Georgi Lozanov's Suggestopedia with the neuroscientific principles of Brain-Based Learning (BBL). A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following PRISMA guidelines. The process began with the identification of 205 records from academic databases, which were then screened to yield a final corpus of 36 core articles for thematic synthesis. This synthesis focused on literature pertaining to Suggestopedia, Brain-Based Learning (BBL), and listening acquisition. The analysis revealed profound synergies between Suggestopedia's techniques (e.g., concert sessions) and BBL's core principles (e.g., relaxed alertness, emotional engagement). This synthesis resulted in the formulation of the Integrated Suggestopedic Brain-Based Learning (ISBBL) model—a novel, five-phase conceptual framework proposed to systematically guide learners from high anxiety to a state of relaxed, active engagement. The ISBBL model offers a practical framework for educators. While it awaits empirical validation, the model conceptually grounds the intuitive methods of Suggestopedia in the principles of educational neuroscience. This framework presents a structured approach to overcoming affective barriers in Arabic listening instruction and is recommended for further empirical research to validate its classroom efficacy.
PENGENALAN TEKS BAHASA ARAB HPT BAB AKIDAH DAN IBADAH BAGI MASYARAKAT PCM KARANGMONCOL PURBALINGGA Muhammad Asdi Nurkholis; M. Rasyid Ridha; Khoirin Nikmah; Banna Irfan Ibadillah; Huda Auliya Asalam
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 8 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i8.3152-3158

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan internalisasi dan sosialisasi Himpunan Putusan Tarjih (HPT) sebagai produk pemikiran formal Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya pada aspek Akidah dan Ibadah menggunakan teks asli berbahasa Arab. Langkah ini strategis untuk memperkuat pemahaman ideologis warga Muhammadiyah Karangmoncol agar tidak terjebak dalam pola pemahaman "terjemahan-sentris" dan mampu memahami Manhaj Tarjih secara lebih mendalam melalui sumber aslinya. Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah pemaparan materi yang didukung oleh instrumen evaluasi digital mencakup daftar hadir daring, pretest, serta posttest. Kegiatan telah dilaksanakan pada 21 Desember 2025 di PRM Tunjungmuli, PCM Karangmoncol, Purbalingga. Hasil kegiatan menunjukkan capaian jangkauan yang signifikan; meskipun kehadiran fisik tercatat sebanyak 50 orang, total penerima manfaat mencapai 250 orang melalui jejaring multiplier organisasi. Data evaluasi menunjukkan partisipasi pretest sebanyak 16 responden, yang menurun menjadi 7 responden pada posttest, serta 9 responden pada kuesioner umum. Penurunan kuantitas pengisi instrumen evaluasi digital menjadi catatan evaluatif, namun secara kualitatif, kegiatan dinilai sukses dalam menjalankan "formalitas bermuhammadiyah" dan mentransfer substansi keagamaan yang otoritatif. Kesimpulannya, sosialisasi ini berhasil memberikan akses literasi rujukan keagamaan yang lebih otentik bagi warga di wilayah Karangmoncol, memperkuat fondasi keagamaan sesuai dengan semangat tajdid Muhammadiyah