Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbedaan Total Lesi Wajah Sebelum dan Sesudah Aplikasi Sabun Wajah dengan Kandungan 1,5% Triklosan pada Akne Vulgaris Derajat Ringan-Sedang Afifah, Hanan; Hidajat, Dedianto; Widiastuti, Ida Ayu Eka
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Akne vulgaris merupakan self-limited disease dengan mikroorganisme komensal seperti P.acne pada permukaan kulit dan duktus yang terjadi terutama pada remaja. Membersihkan wajah dengan sabun lembut dan mengandung antibakteri merupakan salah satu standar terapi akne vulgaris derajat ringan hingga sedang yang efektif serta berhubungan dengan penurunan jumlah total lesi akne vulgaris. Tujuan: Mengetahui perbedaan total lesi wajah sebelum dan sesudah penggunaan sabun wajah dengan kandungan 1,5% triklosan pada akne vulgaris derajat ringan-sedang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain uji klinik acak buta ganda. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 59 responden yang merupakan santri Pondok Pesantren Al-Aziziyah Gunung Sari, Lombok Barat berusia 15-19 tahun dengan akne vulgaris derajat ringan hingga sedang. Sampel terbagi menjadi kelompok kontrol yang menggunakan sabun plasebo dan kelompok perlakuan yang menggunakan sabun Phisohex® masing-masing selama 14 hari. Hasil: Pada penelitian menunjukkan perbedaan bermakna sebelum dan sesudah pemakaian sabun Phisohex® dan sabun plasebo dengan nilai p=0,000 (p<0,05) pada masing-masing kelompok. Persentase penurunan lesi sebesar 42,48% pada kelompok Phisohex® dan 38,98% pada kelompok plasebo. Terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah total lesi akne vulgaris pada kelompok yang mencuci wajah dengan sabun Phisohex® dengan kelompok yang mencuci wajah dengan sabun plasebo, p=0,007 (p<0,05) (p=0,007; CI 95%). Kesimpulan: Persentase penurunan jumlah total lesi akne vulgaris pada kelompok Phisohex® lebih besar dibandingkan dengan kelompok plasebo. Sabun Phisohex® lebih efektif dibandingkan sabun plasebo.
PEMERIKSAAN DAN PENGOBATAN KESEHATAN UMUM DAN IBU HAMIL DI DESA EKAS BUANA, KABUPATEN LOMBOK TIMUR Awan Dermawan; Dermawan, Awan; Cokrowati, Nunik; Saddam Mujib, Abd; Komang Ayu Swanitri Wangiyana, Ni; Afifah, Hanan; Febriana Iswara, Nila; Prajnya Dew, Citranggana; Lukitaningrum, Tantri; Muhajir, Alfian; Saputra, Nurman; Prabawati, Novya; Hasaniah, Hasaniah; Hasbullah, Hasbullah; Kholilah, Nenik; Syamsun, Arfi; Cholidah, Rifana; Syavitri Dilaga, Marisa; Pranggawan, Anjar; Wahyudi, Rhojim; Chaerani, Nurul; Matienatul I, Zuhdiyah; Lathifa S, Sholihati
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikana Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.9725

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Fakultas Pertanian Universitas Mataram ke-59 berupa layanan kesehatan dasar bagi masyarakat umum dan pemeriksaan kesehatan ibu hamil. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 17 Januari 2026 di Lapangan Kampung Merah Putih, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa, penyiapan alur layanan (registrasi–skrining tanda vital–anamnesis–pemeriksaan fisik dasar–konsultasi–pemberian obat–edukasi–rujukan), serta pencatatan jumlah penerima layanan. Total penerima manfaat yang terlayani adalah 75 orang, terdiri dari 66 pasien umum dan 9 ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat tinggi dan alur layanan berjalan tertib. Layanan ibu hamil menekankan skrining faktor risiko sederhana, konseling gizi, penguatan kewaspadaan terhadap tanda bahaya kehamilan, serta anjuran melanjutkan kunjungan antenatal sesuai standar. Kegiatan ini relevan dengan arah peningkatan mutu pelayanan dasar dan promotif–preventif di komunitas, sebagaimana ditekankan dalam pedoman pelayanan antenatal dan kebijakan standar pelayanan minimal bidang kesehatan.
Knowledge and Breast Self-Examination Practice Among Health and Non-Health University Students Rahmansyah, M Badzlul; Hermawan, Farhan Aqil Putra; Nurhidayati, Nurhidayati; Lestari, Rizka Vidya; Afifah, Hanan
VISIKES Vol. 25 No. 1 (2026): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/visikes.v25i1.15950

Abstract

Breast cancer remains the most prevalent malignancy in Mataram City, with many cases diagnosed at advanced stages due to inadequate early screening. This study aims to analyze the relationship between breast cancer knowledge and Breast Self-Examination (BSE/SADARI) practice among health and non-health university students in Mataram. An observational analytic quantitative design with a cross-sectional approach was utilized. Data were collected from 256 female students across multiple universities in Mataram using a validated questionnaire distributed via Google Forms, selected through quota sampling. Data analysis included univariate descriptive statistics, Chi-Square tests, and Independent Sample T-tests. The results revealed that 41.4% of respondents had poor knowledge, while 56.3% demonstrated poor BSE practices. Bivariate analysis showed a statistically significant positive relationship between knowledge levels and BSE practice (), although the correlation strength was relatively weak. Students in the health cluster demonstrated significantly higher scores in both knowledge and practice compared to those in the non-health cluster (). This study concludes that while knowledge serves as a foundational requirement, a prominent "knowledge-practice gap" exists, likely influenced by psychological barriers such as fear and forgetfulness. Future interventions should move beyond disseminating theoretical facts and focus on digital-based technical training and self-efficacy to bridge the gap between awareness and consistent preventive behavior among university students.