Risna Dwi Yitanti
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perspektif Pendidikan Islam Terhadap Film Bidaah: Analisis Nilai dan Relevansinya Dengan Materi Pendidikan Agama Islam Tingkat Sekolah Menengah Atas Risna Dwi Yitanti; Mukhlis Mukhlis; Akhmad Syahri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4854

Abstract

Film sebagai media pembelajaran pada era modern memiliki peran yang signifikan dalam menyampaikan pesan-pesan edukatif, termasuk nilai-nilai pendidikan Islam, karena bersifat audio-visual sehingga lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik. Salah satu film yang memiliki potensi edukatif tersebut adalah film Bidaah, yang memuat berbagai nilai pendidikan Islam meliputi aspek akidah, ibadah, dan akhlak. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilainilai pendidikan Islam yang terkandung dalam film Bidaah serta mengkaji relevansinya dengan materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti tingkat SMA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, menggunakan metode analisis isi (content analysis) untuk mengkaji secara mendalam pesan, dan nilai-nilai pendidikan Islam yang direpresentasikan dalam film. Hasil penelitian bahwa Film Bidaah mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yang meliputi aspek akidah, ibadah, dan akhlak. Nilai tersebut tercermin dalam penguatan iman, pelaksanaan ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah, serta pembentukan akhlak mahmudah dan penghindaran akhlak mazmumah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan materi PAI dan Budi Pekerti di tingkat SMA, sehingga film Bidaah berpotensi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran alternatif yang kontekstual dan aplikatif. Selain itu, film ini menegaskan pentingnya pendidikan, khususnya bagi perempuan, untuk membangun daya kritis agar tidak mudah terjebak dalam manipulasi dan penyalahgunaan otoritas agama, sekaligus menghadirkan kritik sosial terhadap praktik keagamaan menyimpang yang masih ditemukan di masyarakat.