Usahatani cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air yang memadai sepanjang fase pertumbuhan tanaman. Di Desa Senggreng, Kabupaten Malang, petani cabai menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan irigasi, terutama tingginya kehilangan air akibat penguapan permukaan, distribusi air yang kurang merata, serta meningkatnya biaya penyiraman. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan produktivitas tanaman dan berdampak pada penurunan pendapatan petani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petani mengenai teknologi irigasi permukaan bawah tanah (subsurface irrigation) sebagai salah satu alternatif strategi peningkatan efisiensi penggunaan air dan pendapatan usahatani cabai. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2026 di Balai Desa Senggreng, Kabupaten Malang, dengan melibatkan 20 petani cabai serta dihadiri oleh Kepala Desa beserta perangkat desa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan. Petani memperoleh pemahaman baru mengenai prinsip kerja irigasi permukaan bawah tanah, manfaat efisiensi penggunaan air, pengurangan kehilangan air melalui evaporasi, serta potensi peningkatan produktivitas tanaman. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong adopsi teknologi irigasi yang lebih efisien guna mendukung keberlanjutan usaha tani cabai dan peningkatan kesejahteraan petani.