Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Karakteristik Petani Terhadap Partisipasi Petani Jeruk dalam Pengembangan Agrowisata Petik Jeruk Di Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Muhammad Eko Aditya Arie Rusanto; Budi Sawitri; Bambang Priyanto
Jurnal KIRANA Vol 3 No 2 (2022): Jurnal KIRANA Volume 3 Nomor 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jkrn.v3i2.33535

Abstract

Desa Poncokusumo meruapakan salah satu desa di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang yang terletak di bawah kaki Gunung Semeru lereng sebelah barat dan berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Bromo pada sebelah selatan dengan luas wilayah 686,23 Ha dan suhu berkisar 22-26 derajat Celsius. Desa Poncokusumo mempunyai 3 komoditas utama yang menjadi daya tarik agrowisata yaitu Jeruk, Apel dan Krisan yang dalam hal ini komoditas jeruk menjadi potensi utama yang paling banyak dibudidayakan yaitu dengan luas produksi 484 Ha pertahun. Namun masih disayangkan keberadaan agrowisata petik jeruk di Desa Poncokusumo belum terbangun dengan maksimal dan eksis keberadaannya jika dibandingkan dengan agrowisata di daerah lainnya di Jawa Timur yang sudah lebih dahulu terbagun dan lebih eksis keberadaannya. Tingkat pertisipasi dari petani kiranya masih kurang dalam pengembangan agrowisata ini khususnya petani pemilik komoditas terkait, masih terfokus pada peningkatan hasil produksi dan belum sampai pada pengetahuan konsep pengembangan ke ranah agrowisata. Dilihat dari keadaan tersebut dapat diidentifikasi yang menjadi permasalahan dalam pegembangan agrowisata petik jeruk diduga kurangnya pengetahuan petani terhadap pengembangan agrowisata yang menjadikan masih minimnya bentuk partisipasi dari masyarakat, dalam hal ini petani. Karakteristik petani yang berbeda-beda menjadi faktor yang mempengaruhi keikutsertaan petani dalam pengembangan agrowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ppartisipasi petani dalam pengembangan agrowisata petik jeruk di Desa Poncokusumo. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis data deskriptif kuantitatif regresi linear sederhana yang disebarkan kepada 37 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani memiliki umur 43 tahun, pendidikan terakhir SMA, pendidikan non formal 2-5 kali, lama berusahatani 22 dan luas ahan 0,6 hektar. Tingkat partisipasi petani masih tergolong kurang dengan pengaruh nilai sebesar 0,004 < 0,005, dan nilai t hitung yaitu 3,107 > t tabel yaitu 2,040, dengan besar pengaruh sebanyak 46% Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh nyata positif karakteristik petani terhadap partisipasi petani dalam pengembangan agrowisata petik jeruk di Desa Poncokusumo.
Analisis Strategi Pengembangan Usaha Ternak Itik Pedaging di Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung Srianingrum Srianingrum; Sad Likah; Bambang Priyanto
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 22 No. 2 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v22i2.2581

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung adalah salah satu daerah yang memiliki populasi itik pedaging cukup banyak. Itik pedaging adalah salah satu jenis unggas yang potensial untuk dikembangkan sebagai penyumbang kebutuhan protein hewani masyarakat. Namun terdapat beberapa hambatan yang menghalangi pengembangan usaha ternak itik di Kecamatan Kalidawir. Maka dari itu, strategi pengembangan sangat diperlukan untuk menunjang kemajuan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal serta untuk mengetahui strategi yang tepat untuk dapat digunakan. Penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan pada usaha ternak itik pedaging di Kecamatan Kalidawir memiliki kekuatan berupa lokasi usaha strategis, pengalaman kerja yang baik, tersedianya modal, tersedianya tenaga kerja dan kemudahan mendapatkan pakan tambahan. Kelemahan berupa sanitasi kandang kurang optimal, minat belajar peetrnak masih kurang, kurangnya pengetahuan terhadap pembuatan ransum dan belum terdapat catatan keuangan. Peluang berupa permintaan daging itik cukup tinggi, luasnya pemasaran, ketersediaan bibit, kemajuan teknologi media social, terdapat lembaga untuk pengembangan modal. Ancaman berupa perubahan iklim dan cuaca, fluktuasi harga jual daging itik, risiko itik terhadap penyakit, adanya pesaing usaha, kenaikan harga pakan. Strategi yang dapat digunakan berdasarkan matriks SWOT adalah strategi SO yang meliputi mempertahankan kualitas produksi dengan baik dan meningkatkan jaringan pemasaran, mengoptimalkan kualitas produksi bibit dan memanfaatkan alternatif pakan yang ada, menjalin hubungan baik antar pelaku usaha.