Siti Fatimatuzzahro
UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hakikat Manusia Dalam Prespektik Al-Qur’an dan Implikasinya terhadap Pendidikan Andewi Suhartini; Siti Fatimatuzzahro; Headarullah Headarullah; Rika Haulina; Munazzah Hurun Ainun
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 18 No. 2 (2026): Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan Samawa Sumbawa Besar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/al-munawwarah.v18i2.598

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pergeseran orientasi pendidikan modern yang cenderung menekankan aspek kognitif dan akademik, sementara dimensi spiritual, moral, sosial, dan jasmani kurang mendapat perhatian proporsional, sehingga memunculkan ketidakseimbangan dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hakikat manusia dalam perspektif Al-Qur’an serta mengkaji implikasinya terhadap pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumentasi terhadap Al-Qur’an, kitab tafsir, buku filsafat pendidikan Islam, serta artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, analisis isi (content analysis), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manusia dalam Al-Qur’an dipahami secara multidimensional melalui empat konsep utama, yaitu ‘abd Allah, al-nās, al-insān, dan al-basyar yang merepresentasikan dimensi spiritual, sosial, intelektual, dan biologis. Keempat konsep tersebut menegaskan bahwa manusia harus dipahami secara holistik dan tidak parsial. Implikasinya, pendidikan Islam harus dirancang secara integratif dengan menyeimbangkan aspek aqliyah dan qalbiyah, mengembangkan hard skill dan soft skill, serta mengarahkan peserta didik menuju terbentuknya insan kamil yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Kata kunci: Al-Qur’an; filsafat pendidikan; hakikat manusia; insan kamil; pendidikan Islam
Analisis Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam Berbasis PowerPoint sebagai Media Grafis Digital di Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui Studi Kepustakaan Hapid Muslih; Siti Fatimatuzzahro; Rika Haulina; Rifdaa Aulia; Dicky Alfian Nur Rachman; M. Imam Riziek Sihabi
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 18 No. 2 (2026): Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan Samawa Sumbawa Besar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/al-munawwarah.v18i2.712

Abstract

This study was motivated by the fact that conventional methods still dominate despite the development of digital technology, which demands innovation in learning, including Islamic Religious Education in junior high schools. The purpose of this study is to analyze the development of Islamic Religious Education teaching materials as graphic media in junior high schools in response to the demands of technological advancements. This study employs a qualitative approach using a literature review. Primary data consists of Islamic Religious Education instructional media and textbooks, while secondary data is derived from scholarly articles on the use of PowerPoint in Islamic Religious Education instruction. Data analysis utilizes the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that PowerPoint is considered effective as a structured interactive digital teaching material that integrates text, audio, and visuals. This multimedia integration has the power to clarify abstract material, maintain focus, and contribute significantly to student motivation and learning outcomes. This effectiveness is closely tied to the quality of communicative visual design, the appropriateness of the material, educators’ competence in designing and creating media, and the support of the school’s digital infrastructure.