Program Shopee Haul yang berada dalam media sosial Instagram dijadikan sebagi strategi pemasaran digital utama para afiliator. Melalui tuturannya penutur telah menggunakan strategi kebahasaan untuk mencapai keberhasilan promosi secara digital yang begantung pada penyampaiannya saat akan membujuk, merekomendasikan, atau menawarkan melakukan tindakan pembelian tanpa memaksa. Dalam hal ini, penggunaan tindak tutur direktif sebagai pemberian ulasan atau menjadi solusi yang memberikan kemanfaatan setelah memilkinya sehingga dijadikan sebagai kepentingan terhadap fenomena ini. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif yang digunakan oleh penutur ketika mempromosikan produknya. Metode penelitian yang digunakan dengan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan tuturan dari penggalan kalimat yang digunakan oleh afiliator dalam konten promosi tersebut bertema Shopee Haul di media sosial Instagram. Sumber data dari kumpulan konten video di Instagram yang diunggah oleh beberapa akun afiliator dari afiliasi resmi Shopee Haul. Teknik penggambilan data menggunakan metode simak dengan teknik sadap sebagai teknik utama, kemudian dilanjutkan dengan teknik lanjutan berupa teknik Simak bebas libat cakap (SBLC), dan teknik catat. Hasil peneliti menemukan bentuk dari tindak tutur direktif dalam proses promosi yang dilakukan oleh afliator pada kegiatan Shopee Haul di reels Instagram meliputi bentuk permintaan, ajakan, nasihat, perintah, dan larangan. Berdasarkan sumber data tersebut terdapat 3 data direktif permintaan, 20 data bentuk direktif ajakan, 36 data direktif nasihat, dan 4 data direktif larangan. Bentuk dari tuturan direktif nasihat dengan jumlah 36 data menjadi yang dominan atau banyak di dapatkan dalam penelitian. Hal tersebut disebabkan karena penutur mengutamakan tujuan dari tuturannya untuk memengaruhi yang menawarkan serta meyakinkan terkait produk yang dipromosikan.