Penelitian ini memancarkan tingkat walkability di koridor Jalan Ir. H. Juanda, Ciputat, sebagai akses utama menuju UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Studi ini secara khusus menganalisis integrasi antara Konektivitas Ruang (aspek fisik-spasial) dan Konektivitas Waktu (aspek efisiensi-temporal) terhadap kualitas lingkungan pejalan kaki. Menggunakan metode campuran (mixed-methods), data dikumpulkan melalui observasi lapangan, time-motion study, serta kuesioner kepada 80 responden. Hasil penelitian menunjukkan Konektivitas Ruang berada pada kategori baik (74,45%) dengan kejelasan simpul (keterbacaan) sebagai kekuatan utama, meskipun kontinuitas jalur terhambat oleh okupansi PKL dan parkir liar. Konektivitas Waktu secara perseptual dinilai baik (73,05%), namun secara objektif ditemukan inefisiensi dengan kecepatan jalan (0,80–1,15 m/detik) di bawah standar akibat delay pada jam sibuk. Analisis regresi linier berganda membuktikan kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap walkability dengan kontribusi 80,5%. Secara parsial, Konektivitas Ruang (koefisien 0,549) lebih dominan dibandingkan Konektivitas Waktu (koefisien 0,087), menunjukkan pengguna lebih mengutamakan kualitas fisik dan keamanan dibandingkan efisiensi waktu. Hambatan utama meliputi lemahnya regulasi dan letak JPO yang tidak strategis. Rekomendasi mencakup rekonstruksi lebar efektif jalur minimal 2 meter dan relokasi fasilitas penyeberangan ke simpul aktivitas utama.