Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relevansi Karya Sastra Klasik Indonesia dalam Konteks Pembelajaran Kesusastraan Kontemporer Nuranjani, Dini; Miladiyati, Risa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i1.3868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi karya sastra klasik Indonesia dalam pembelajaran kesusastraan kontemporer dan mengidentifikasi strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan persepsi mahasiswa terhadap relevansi materi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian melibatkan 10 mahasiswa semester I Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Cipasung Tasikmalaya, yang mengambil mata kuliah Pengantar Kajian Kesusastraan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan panduan 12 pertanyaan semi-terstruktur. Data dianalisis menggunakan analisis tematik yang memperhatikan persepsi, pengalaman, dan makna yang dikonstruksi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) meskipun awalnya mahasiswa memandang sastra klasik sebagai materi kuno, mereka mengakui adanya nilai-nilai universal yang masih relevan dengan kehidupan kontemporer, seperti pencarian identitas, keadilan sosial, kemanusiaan, dan pentingnya pendidikan; (2) pembelajaran yang menghubungkan sastra klasik dengan konteks sosial-budaya-historis dapat mengubah persepsi mahasiswa; (3) strategi pembelajaran yang efektif mencakup kontekstualisasi, pembelajaran berbasis diskusi, penggunaan adaptasi modern, dan penghubungan dengan pengalaman pribadi. Penelitian merekomendasikan pengembangan kurikulum dengan pendekatan kontekstualisasi, pengembangan materi pembelajaran yang kaya konteks, pelatihan dosen dalam strategi pembelajaran kontekstual, dan penyediaan akses yang lebih baik ke teks sastra klasik. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa relevansi sastra klasik bukan ditentukan oleh usia karya tetapi oleh bagaimana pembelajaran dirancang dan dilaksanakan oleh pengajar.
DARI ENKULTURASI KE DIGITALISASI: DINAMIKA PELESTARIAN KESENIAN DEBUS DI PADEPOKAN PUTRA KIARA TASIKMALAYA PADA ERA SMART SOCIETY 5.0 Yusi Yustisian Adlah; Azka Khalif Faqih Aulia; Dini Nuranjani; Risa Miladiyati
Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya Vol. 10 No. 2 (2026): July 2026 (IN PRESS)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kulturistik.10.2.15290

Abstract

Indonesia is a pluralistic nation with rich and diverse cultural heritage, including traditional performing arts imbued with local wisdom values. However, in the era of smart society 5.0, the preservation of traditional culture faces serious challenges due to the dominance of digital technology and foreign cultural influences. This study aims to examine the development, procedures, inheritance patterns, and preservation challenges of debus traditional art at Padepokan Putra Kiara, Karangjaya District, Tasikmalaya Regency, in the smart society 5.0 era. This research employs a descriptive qualitative approach with data sources comprising observation results, in-depth interviews with the padepokan's elders and players, literature review, and field documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results reveal that Padepokan Putra Kiara manages two variants of debus, namely Verification Debus and Invulnerability Debus, which previously required every prospective player to master three fundamental elements: breath control, sense refinement, and heart cultivation. The inheritance pattern proceeds informally through enculturation and socialization processes, from elders to community leaders, and subsequently to the next generation through experiential learning. Major challenges include public misconceptions regarding the mystical elements of debus, low interest among youth, and the economic limitations of practitioners. Recommended preservation strategies encompass performance digitalization, social media utilization, and collaboration with the creative industry to maintain debus's relevance in the modern era.