Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS TERJADINYA BAHAYA TUBRUKAN DI KM. SABUK NUSANTARA 72 Nur Rahmat Syah; Bruce Rumangkang; Nurul Hatifah
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1620

Abstract

Bahaya tubrukan merupakan salah satu ancaman terbesar dalam operasi pelayaran dan dapat timbul akibat kurang optimalnya pengawasan navigasi. Pada KM. Sabuk Nusantara 72 masih ditemukan beberapa kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko tubrukan, terutama terkait pelaksanaan dinas jaga, efektivitas komunikasi antarperwira, serta ketertiban dalam pencatatan navigasi seperti pengisian Deck Log Book dan penerapan Master's Night Order. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya bahaya tubrukan pada kapal tersebut melalui peninjauan terhadap implementasi standar dinas jaga dan prosedur navigasi sesuai STCW Code dan COLREG 1972. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan studi dokumentasi di atas kapal. Observasi difokuskan pada kegiatan jaga di anjungan, penggunaan alat bantu navigasi seperti Radar, ECDIS, dan AIS, serta sistem komunikasi antarperwira. Wawancara dilakukan dengan nakhoda, mualim, dan juru mudi untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai pelaksanaan jaga, sementara studi dokumentasi digunakan untuk menilai kesesuaian prosedur jaga dengan pedoman Safety Management System (SMS) dan Standing Orders. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dinas jaga di KM. Sabuk Nusantara 72 pada dasarnya telah mengikuti standar internasional, namun belum sepenuhnya dilaksanakan sesuai dengan aturan yang tertera di atas kapal. Masih ditemukan perwira yang belum optimal dalam melakukan pengamatan keliling, prosedur serah terima jaga yang belum tertib, serta keterlambatan perwira pengganti jaga. Selain itu, kurangnya koordinasi dan minimnya kedisiplinan awak kapal turut memengaruhi produktivitas kerja di atas kapal. Kata Kunci: bahaya tubrukan, dinas jaga, keselamatan pelayaran
ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF REST HOURS MANAGEMENT FOR THE CREW OF THE KM. MUTIARA FERINDO VII IN ACCORDANCE WITH THE MARITIME LABOR CONVENTION Wahyu Anugrah Tahir; Bruce Rumangkang; Nurul Hatifah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62160

Abstract

This study examines the implementation of Rest Hours Management for the crew of KM Mutiara Ferindo VII in accordance with the Maritime Labour Convention (MLC) 2006. Rest Hours Management is a key aspect of ensuring seafarers’ welfare while also maintaining operational safety in shipping. research used a descriptive qualitative approach data collected through in-depth interviews, direct observation during 12 months of sea practice, and literature review. results indicate, normatively, application Rest Hours Management refers provisions Maritime Labour Convention (MLC) 2006. However, its implementation aboard KM Mutiara Ferindo VII has not been optimal. caused by individual crew behavior that affects the effectiveness of implementation; some crew members do not make optimal use of rest periods and instead use them for recreational activities (sightseeing). This situation leads to suboptimal rest, which in turn reduces physical condition and work performance and increases risks to health and safety. Thus, the implementation of Rest Hours Management on the vessel has not yet reached the expected level of efficiency.