Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Determinan Perilaku Pembelian Fashion Laki-Laki Generasi Z di Kota Denpasar I Made Pacung Santana; I Gusti Ayu Tirtayani; Made Ratih Nurmalasari; I Gusti Ngurah Oka Ariwangsa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4806

Abstract

Perkembangan industri fashion yang semakin dinamis telah mendorong perubahan signifikan dalam perilaku pembelian, khususnya pada segmen laki-laki Generasi Z. Fashion tidak lagi dipandang semata sebagai kebutuhan fungsional, melainkan sebagai sarana ekspresi diri, pembentukan identitas sosial, serta simbol status. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor budaya, kelas sosial, kelompok referensi, opini pemimpin, dan keluarga terhadap perilaku pembelian fashion laki-laki Generasi Z di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 204 responden laki-laki Generasi Z yang berdomisili di Kota Denpasar, dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian diuji melalui uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, variabel budaya, kelas sosial, kelompok referensi, opini pemimpin, dan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pembelian fashion. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kelima variabel tersebut mampu menjelaskan perilaku pembelian fashion sebesar 77,4 persen, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku pembelian fashion laki-laki Generasi Z dipengaruhi oleh kombinasi faktor sosiokultural dan lingkungan sosial yang saling berinteraksi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis dalam kajian perilaku konsumen serta menjadi referensi praktis bagi pelaku industri fashion dalam merancang strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.