Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Protokoler Kehumasan di MIN 2 Batanghari Iwan Aprianto; Mahdayeni Mahdayeni; Jamilah Jamilah; Repolinda Repolinda; Nurjanah Nurjanah; Nur Asikin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.5745

Abstract

Protokoler kehumasan berbasis nilai Islami merupakan unsur penting dalam membangun ketertiban, profesionalisme, dan citra positif lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi protokoler kehumasan di MIN 2 Batanghari dengan menelaah tata tempat, tata upacara, tata penghormatan, dokumentasi, integrasi nilai adab, amanah, dan ihsan, serta dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap sepuluh informan, observasi nonpartisipan pada empat kegiatan resmi, dan analisis dokumen berupa SOP, laporan humas, catatan protokol, serta publikasi digital tahun 2023-2025. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, triangulasi sumber, member checking, dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan protokoler telah berjalan tertib melalui pengaturan tempat duduk, urutan acara, ketepatan waktu, penyambutan tamu, serta dokumentasi yang konsisten melalui Instagram dan grup WhatsApp. Nilai adab tercermin pada keramahan dan penghormatan, amanah terlihat dalam pengelolaan dokumentasi dan perlindungan data siswa, sedangkan ihsan diwujudkan melalui persiapan acara yang rinci. Implementasi tersebut meningkatkan partisipasi wali murid, respons positif di media sosial, kepercayaan masyarakat, dan pendaftaran siswa baru. Area penguatan mencakup penyusunan SOP tertulis, checklist nilai Islami, pelatihan petugas, peningkatan sarana dokumentasi, serta evaluasi pasca-acara. Penelitian menegaskan bahwa protokoler kehumasan berbasis nilai Islami berfungsi sebagai sistem administrasi, pendidikan karakter, komunikasi publik, dan penguatan reputasi madrasah secara berkelanjutan.
Implementasi Orientasi, Penempatan, dan Pelatihan Berkelanjutan Berbasis Nilai Islami di Madrasah Ibtidaiyah: Studi Kasus MIN 2 Batanghari Nurjanah Nurjanah; Nur Asikin; Repolinda Repolinda; Ansori Ansori; Muhammad Yusup
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.5747

Abstract

Orientasi, penempatan, pengembangan karier, dan pelatihan berkelanjutan merupakan bagian penting dalam manajemen sumber daya manusia pendidikan Islam karena berfungsi meningkatkan kompetensi profesional sekaligus membentuk karakter pendidik yang selaras dengan nilai-nilai Islami. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi orientasi dan penempatan guru, pelaksanaan Training Needs Assessment, pengembangan jalur karier, serta penerapan pembelajaran sepanjang hayat pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Batanghari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap sepuluh informan, observasi nonpartisipan terhadap kegiatan orientasi, evaluasi penempatan, pelatihan, dan mentoring, serta analisis dokumen kebijakan, laporan kebutuhan pelatihan, rencana karier, dan catatan kinerja periode 2023–2025. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan verifikasi, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi, member checking, dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi mampu menanamkan visi madrasah dan etika kerja Islami; penempatan guru telah mempertimbangkan kesesuaian kompetensi; Training Needs Assessment mengidentifikasi kesenjangan pedagogik, profesional, digital, dan kepribadian Islami; sedangkan mentoring dan pengembangan karier memperkuat profesionalisme serta komitmen guru. Konsep belajar sepanjang hayat menjadi dasar untuk menjaga keberlanjutan pengembangan. Integrasi nilai amanah, ikhlas, ihsan, keteladanan, dan tanggung jawab meningkatkan budaya kerja, kualitas pembelajaran, dan ketahanan kelembagaan meskipun madrasah menghadapi keterbatasan sumber daya. Temuan tersebut juga menegaskan pentingnya keterhubungan antara perencanaan SDM, evaluasi kinerja, komunitas belajar, dan tindak lanjut pelatihan agar pengembangan guru tidak berhenti pada kegiatan administratif.
Integrasi Kearifan Lokal dan Kurikulum Pendidikan Islam Repolinda Repolinda; Jamilah Jamilah; Nur Asikin; Rita Zahara; Yennizar N; Mukhtar Latif
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.13415

Abstract

This study examines the integration of local wisdom into the Islamic education curriculum as an effort to create education that is relevant, contextual, and rooted in community culture. Using a descriptive qualitative approach through library research, this study explores the meaning of local wisdom, its relevance to Islamic education, and the models and strategies for its integration into the curriculum. The findings show that local wisdom values such as mutual cooperation, deliberation, and tolerance align with Islamic principles and can be integrated through curriculum planning, experiential learning methods, and the strengthening of the school environment. Several applicable integration models include the local-religious thematic model, the contextual education model, and the integrative-transformative model. Nevertheless, implementation still faces challenges such as teachers' limited understanding, the rigidity of the national curriculum, negative stigma toward certain local cultures, and the scarcity of relevant learning resources. This study recommends teacher training, curriculum policy revision, and cross-stakeholder collaboration to realize a grounded and sustainable Islamic education.