Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perencanaan (Takhtith) dalam Islam: Konsep, Unsur, dan Fungsinya Khoirul Alim; M Said Anggi; Ansori Ansori; Kasful Anwar; Muhammad Yusup
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.310

Abstract

Perencanaan (takhtith) merupakan aspek fundamental dalam kehidupan dan manajemen, terutama dalam Islam yang menekankan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Konsep perencanaan dalam Islam didasarkan pada prinsip-prinsip yang tercermin dalam Al-Qur’an, Hadis, serta literatur manajemen pendidikan Islam. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengeksplorasi bagaimana perencanaan dalam Islam memiliki dasar teologis yang kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan tidak hanya mencakup aspek teknis dalam manajemen, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang menekankan niat, ketakwaan, dan evaluasi diri. Beberapa unsur utama dalam perencanaan meliputi tujuan yang jelas, perumusan program, dan evaluasi berkelanjutan. Fungsi perencanaan dalam Islam juga berperan dalam pengelolaan sumber daya, peningkatan efisiensi, serta sebagai bentuk tanggung jawab kelembagaan. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian hasil di dunia, tetapi juga mempertimbangkan nilai-nilai spiritual sebagai bagian dari manajemen yang lebih efektif. Perencanaan yang sejalan dengan prinsip Islam berpotensi meningkatkan efektivitas pengelolaan dalam berbagai aspek kehidupan.
Konsep dan Tantangan Tabligh dalam Islam: Analisis Perspektif Al-Qur'an dan Hadis di Era Digital Repolinda Repolinda; Jamilah Jamilah; Kasful Anwar; Ansori Ansori; Muhammad Yusup
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.319

Abstract

Tabligh dalam perspektif Islam merupakan salah satu aspek fundamental dalam penyampaian wahyu Allah kepada umat manusia. Konsep ini tidak hanya mencakup penyampaian pesan agama secara lisan, tetapi juga mengandung tanggung jawab moral, etika, dan sosial yang harus diemban oleh para da'i. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tabligh dalam Islam, peranannya dalam kehidupan sosial, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya di era modern. Kajian ini menggunakan pendekatan pustaka dengan menganalisis sumber utama dalam ajaran Islam, seperti Al-Qur'an, Hadis, dan literatur ulama klasik maupun kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa tabligh bukan sekadar penyampaian informasi agama, tetapi juga mencakup upaya mendidik dan membina umat agar dapat menginternalisasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, berbagai tantangan dalam konteks sosial, budaya, dan perkembangan teknologi modern turut mempengaruhi efektivitas tabligh. Oleh karena itu, diperlukan strategi dakwah yang adaptif dan berbasis hikmah agar pesan Islam dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Perencanaan (Takhtith) dalam Islam: Konsep, Unsur, dan Fungsinya Khoirul Alim; M Said Anggi; Ansori Ansori; Kasful Anwar; Muhammad Yusup
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.310

Abstract

Perencanaan (takhtith) merupakan aspek fundamental dalam kehidupan dan manajemen, terutama dalam Islam yang menekankan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Konsep perencanaan dalam Islam didasarkan pada prinsip-prinsip yang tercermin dalam Al-Qur’an, Hadis, serta literatur manajemen pendidikan Islam. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengeksplorasi bagaimana perencanaan dalam Islam memiliki dasar teologis yang kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan tidak hanya mencakup aspek teknis dalam manajemen, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang menekankan niat, ketakwaan, dan evaluasi diri. Beberapa unsur utama dalam perencanaan meliputi tujuan yang jelas, perumusan program, dan evaluasi berkelanjutan. Fungsi perencanaan dalam Islam juga berperan dalam pengelolaan sumber daya, peningkatan efisiensi, serta sebagai bentuk tanggung jawab kelembagaan. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian hasil di dunia, tetapi juga mempertimbangkan nilai-nilai spiritual sebagai bagian dari manajemen yang lebih efektif. Perencanaan yang sejalan dengan prinsip Islam berpotensi meningkatkan efektivitas pengelolaan dalam berbagai aspek kehidupan.
Konsep dan Tantangan Tabligh dalam Islam: Analisis Perspektif Al-Qur'an dan Hadis di Era Digital Repolinda Repolinda; Jamilah Jamilah; Kasful Anwar; Ansori Ansori; Muhammad Yusup
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.319

Abstract

Tabligh dalam perspektif Islam merupakan salah satu aspek fundamental dalam penyampaian wahyu Allah kepada umat manusia. Konsep ini tidak hanya mencakup penyampaian pesan agama secara lisan, tetapi juga mengandung tanggung jawab moral, etika, dan sosial yang harus diemban oleh para da'i. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tabligh dalam Islam, peranannya dalam kehidupan sosial, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya di era modern. Kajian ini menggunakan pendekatan pustaka dengan menganalisis sumber utama dalam ajaran Islam, seperti Al-Qur'an, Hadis, dan literatur ulama klasik maupun kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa tabligh bukan sekadar penyampaian informasi agama, tetapi juga mencakup upaya mendidik dan membina umat agar dapat menginternalisasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, berbagai tantangan dalam konteks sosial, budaya, dan perkembangan teknologi modern turut mempengaruhi efektivitas tabligh. Oleh karena itu, diperlukan strategi dakwah yang adaptif dan berbasis hikmah agar pesan Islam dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Manajemen Sumber Daya Manusia di Era Digital Anjellie Dasviana Putri; Imam Wahyudi Nasution; Ansori Ansori; Muhammad Yusup
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5695

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi elemen fundamental dalam kehidupan manusia di era digitalisasi dan globalisasi, termasuk dalam bidang manajemen sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor pendidikan. Transformasi digital mengubah cara lembaga pendidikan mengelola tenaga pendidik dan kependidikan, mulai dari perencanaan, perekrutan, pengembangan, hingga evaluasi kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran teknologi informasi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen SDM, serta mengidentifikasi tantangan yang muncul akibat perubahan karakteristik generasi kerja dan perkembangan teknologi mutakhir. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap berbagai sumber literatur relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi, seperti e-recruitment dan e-learning, mampu meningkatkan jangkauan rekrutmen, mempercepat proses seleksi, serta mengoptimalkan pembelajaran tanpa batasan ruang dan waktu. Namun, pengelolaan generasi milenial dan Generasi Z menghadirkan tantangan tersendiri, seperti kebutuhan akan fleksibilitas kerja, tekanan kesehatan mental, serta ketergantungan pada teknologi digital. Selain itu, Revolusi Industri 4.0 dan penerapan kecerdasan buatan (AI) membawa peluang besar dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja, tetapi juga menimbulkan risiko pengangguran struktural dan kesenjangan kompetensi. Perubahan pola kerja menuju sistem kerja hibrida, jarak jauh, dan fleksibel menuntut inovasi kebijakan dan strategi manajemen SDM yang adaptif. Dengan demikian, integrasi teknologi dalam manajemen SDM menjadi keharusan untuk meningkatkan daya saing lembaga sekaligus kesejahteraan tenaga kerja di era digital.