Orientasi, penempatan, pengembangan karier, dan pelatihan berkelanjutan merupakan bagian penting dalam manajemen sumber daya manusia pendidikan Islam karena berfungsi meningkatkan kompetensi profesional sekaligus membentuk karakter pendidik yang selaras dengan nilai-nilai Islami. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi orientasi dan penempatan guru, pelaksanaan Training Needs Assessment, pengembangan jalur karier, serta penerapan pembelajaran sepanjang hayat pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Batanghari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap sepuluh informan, observasi nonpartisipan terhadap kegiatan orientasi, evaluasi penempatan, pelatihan, dan mentoring, serta analisis dokumen kebijakan, laporan kebutuhan pelatihan, rencana karier, dan catatan kinerja periode 2023–2025. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan verifikasi, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi, member checking, dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi mampu menanamkan visi madrasah dan etika kerja Islami; penempatan guru telah mempertimbangkan kesesuaian kompetensi; Training Needs Assessment mengidentifikasi kesenjangan pedagogik, profesional, digital, dan kepribadian Islami; sedangkan mentoring dan pengembangan karier memperkuat profesionalisme serta komitmen guru. Konsep belajar sepanjang hayat menjadi dasar untuk menjaga keberlanjutan pengembangan. Integrasi nilai amanah, ikhlas, ihsan, keteladanan, dan tanggung jawab meningkatkan budaya kerja, kualitas pembelajaran, dan ketahanan kelembagaan meskipun madrasah menghadapi keterbatasan sumber daya. Temuan tersebut juga menegaskan pentingnya keterhubungan antara perencanaan SDM, evaluasi kinerja, komunitas belajar, dan tindak lanjut pelatihan agar pengembangan guru tidak berhenti pada kegiatan administratif.