Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Perencanaan (Takhtith) dalam Islam: Konsep, Unsur, dan Fungsinya Khoirul Alim; M Said Anggi; Ansori Ansori; Kasful Anwar; Muhammad Yusup
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.310

Abstract

Perencanaan (takhtith) merupakan aspek fundamental dalam kehidupan dan manajemen, terutama dalam Islam yang menekankan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Konsep perencanaan dalam Islam didasarkan pada prinsip-prinsip yang tercermin dalam Al-Qur’an, Hadis, serta literatur manajemen pendidikan Islam. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengeksplorasi bagaimana perencanaan dalam Islam memiliki dasar teologis yang kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan tidak hanya mencakup aspek teknis dalam manajemen, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang menekankan niat, ketakwaan, dan evaluasi diri. Beberapa unsur utama dalam perencanaan meliputi tujuan yang jelas, perumusan program, dan evaluasi berkelanjutan. Fungsi perencanaan dalam Islam juga berperan dalam pengelolaan sumber daya, peningkatan efisiensi, serta sebagai bentuk tanggung jawab kelembagaan. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian hasil di dunia, tetapi juga mempertimbangkan nilai-nilai spiritual sebagai bagian dari manajemen yang lebih efektif. Perencanaan yang sejalan dengan prinsip Islam berpotensi meningkatkan efektivitas pengelolaan dalam berbagai aspek kehidupan.
Prinsip-Prinsip Dasar Manajemen Pendidikan Dalam Perspektif Islam Ayu Gita Lestari; Nurhayani Ritonga; Kasful Anwar; Ansori Ansori
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.315

Abstract

Manajemen pendidikan Islam merupakan suatu sistem yang mengelola proses pendidikan berdasarkan prinsip-prinsip Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits. Namun, dalam penerapannya, pendidikan Islam menghadapi berbagai tantangan, seperti kesulitan dalam mengintegrasikan kurikulum Islam dengan standar pendidikan nasional, kurangnya sumber daya manusia yang kompeten dalam manajemen pendidikan Islam, serta rendahnya minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis prinsip-prinsip dasar manajemen pendidikan Islam serta tantangan dan solusi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder, seperti kitab tafsir, jurnal ilmiah, serta buku yang relevan dengan manajemen pendidikan Islam. Analisis dilakukan dengan menelaah prinsip-prinsip dasar manajemen pendidikan Islam, termasuk ketauhidan, tanggung jawab, keadilan, musyawarah, konsistensi, dan keikhlasan, serta strategi untuk meningkatkan efektivitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip manajemen pendidikan Islam yang berbasis nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, serta meningkatkan daya saing lulusan dalam dunia global. Namun, diperlukan inovasi dalam metode pembelajaran, pengelolaan kurikulum yang fleksibel, dan penguatan literasi digital agar pendidikan Islam lebih relevan dengan tantangan zaman. Kesimpulannya, manajemen pendidikan Islam yang terstruktur dengan baik dapat menjadi solusi dalam menciptakan generasi yang berilmu dan berakhlak, serta mampu bersaing di tingkat internasional.
Staffing (Tauzhif) dalam Perspektif Al Quran dan As-Sunnah Nur Asiah; Fatmawati Fatmawati; Kasful Anwar; Ansori Ansori
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.316

Abstract

Staffing (tauzhif) dalam perspektif Al-Qur'an dan As-Sunnah merupakan bagian integral dari manajemen sumber daya manusia yang menekankan prinsip keadilan, kompetensi, dan amanah dalam proses rekrutmen, seleksi, serta penempatan tenaga kerja. Analisis terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis mengungkapkan bahwa strategi staffing dalam Islam tidak hanya bertujuan untuk mencapai efektivitas organisasi, tetapi juga memastikan kesejahteraan dan tanggung jawab moral tenaga kerja. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, konsep staffing dalam Islam dipahami sebagai sistem yang mengoptimalkan sumber daya manusia dengan menempatkan individu sesuai dengan keahliannya, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi organisasi. Implementasi staffing berbasis nilai-nilai Islam memberikan dampak positif dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis, adil, dan berorientasi pada etos kerja yang tinggi.
Mutu Pendidikan Islam dalam Perspektif Ihsan dan Manajemen Mutu Ardaini Ardaini; Dessy Sasmita; Rita Zahara; Kasful Anwar; Ansori Ansori
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.317

Abstract

Mutu pendidikan Islam merupakan faktor utama dalam menentukan daya saing lembaga pendidikan di era globalisasi. Konsep mutu dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan standar akademik, tetapi juga mencerminkan nilai ihsan, yaitu kualitas terbaik dalam setiap aspek kehidupan yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan manajemen mutu terpadu (Total Quality Management/TQM) dalam pendidikan Islam serta relevansinya dengan konsep ihsan. Objek penelitian ini adalah lembaga pendidikan Islam, termasuk madrasah dan pesantren, yang menerapkan prinsip mutu dalam pengelolaan pendidikannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap teori manajemen mutu dan nilai-nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep mutu dalam Islam selaras dengan prinsip TQM, yang menekankan perbaikan berkelanjutan, kepuasan pelanggan (stakeholders), dan komitmen terhadap standar kualitas. Dalam perspektif Islam, mutu pendidikan juga mencakup dimensi spiritual yang menuntut dedikasi tinggi dalam pengelolaan pendidikan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan TQM dalam pendidikan Islam bukan hanya strategi manajerial, tetapi juga merupakan manifestasi dari nilai ihsan yang mengarahkan lembaga pendidikan untuk mencapai keunggulan yang bersifat holistik dan berkelanjutan.
Konsep dan Tantangan Tabligh dalam Islam: Analisis Perspektif Al-Qur'an dan Hadis di Era Digital Repolinda Repolinda; Jamilah Jamilah; Kasful Anwar; Ansori Ansori; Muhammad Yusup
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.319

Abstract

Tabligh dalam perspektif Islam merupakan salah satu aspek fundamental dalam penyampaian wahyu Allah kepada umat manusia. Konsep ini tidak hanya mencakup penyampaian pesan agama secara lisan, tetapi juga mengandung tanggung jawab moral, etika, dan sosial yang harus diemban oleh para da'i. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tabligh dalam Islam, peranannya dalam kehidupan sosial, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya di era modern. Kajian ini menggunakan pendekatan pustaka dengan menganalisis sumber utama dalam ajaran Islam, seperti Al-Qur'an, Hadis, dan literatur ulama klasik maupun kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa tabligh bukan sekadar penyampaian informasi agama, tetapi juga mencakup upaya mendidik dan membina umat agar dapat menginternalisasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, berbagai tantangan dalam konteks sosial, budaya, dan perkembangan teknologi modern turut mempengaruhi efektivitas tabligh. Oleh karena itu, diperlukan strategi dakwah yang adaptif dan berbasis hikmah agar pesan Islam dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Konsep Taujih wa Tansiq dalam Islam: Implementasi dalam Manajemen dan Kepemimpinan Arawan Arawan; Hadiyanto Zulbasri; Ansori Ansori; Kasful Anwar
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.320

Abstract

Taujih wa Tansiq merupakan dua konsep fundamental dalam manajemen dan kepemimpinan Islam yang berperan dalam pengarahan dan pengaturan individu maupun organisasi menuju tujuan yang selaras dengan nilai-nilai syariah. Taujih (pengarahan) melibatkan pemberian panduan, motivasi, dan bimbingan agar setiap elemen dalam organisasi dapat bekerja secara optimal sesuai dengan visi yang ditetapkan. Sementara itu, Tansiq (pengaturan) memastikan koordinasi dan harmonisasi antar elemen organisasi sehingga tercipta efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Taujih wa Tansiq dalam perspektif Islam dengan merujuk pada sumber normatif seperti Al-Qur’an dan Hadis, serta menelaah implementasinya dalam konteks manajemen dan kepemimpinan modern. Kajian ini juga membahas bagaimana prinsip-prinsip Islam dalam pengarahan dan pengaturan dapat diterapkan dalam organisasi dan lembaga pendidikan guna meningkatkan efektivitas kepemimpinan. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip Taujih wa Tansiq berkontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi melalui pendekatan berbasis syariah yang menekankan musyawarah, keadilan, dan tanggung jawab.
KEBUDAYAAN DAN KEARIFAN LOKAL SUKU MELAYU JAMBI, BATAK, DAN JAWA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN Achmad Sarwani; Nur Azizah Kurnia Utami; Liza Audya; Ansori Ansori; Iwan Aprianto
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.13161

Abstract

ABSTRACT Indonesia possesses rich cultural diversity that has significant potential as a source of values for character education development. However, globalization and modernization have created challenges for the preservation of local culture and the internalization of noble values among younger generations. This study aims to analyze the culture and local wisdom of the Jambi Malay, Batak, and Javanese ethnic groups from an educational perspective and to identify the educational values embedded within them. The study employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected through documentation studies of books, scientific journal articles, research reports, and other relevant academic sources. Data were analyzed using content analysis techniques through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Jambi Malay Seloko Adat contains religious, moral, social, cultural, and intellectual values; the Batak philosophy of Dalihan Na Tolu embodies values of respect, responsibility, solidarity, and social concern; while Javanese culture emphasizes mutual cooperation, tolerance, harmony, and humility. These forms of local wisdom are highly relevant to strengthening character education, multicultural education, and the implementation of the Merdeka Curriculum through the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). This study concludes that local wisdom can serve as an effective contextual learning resource for developing students' character while simultaneously reinforcing cultural identity amid the challenges of globalization. ABSTRAK Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat kaya dan berpotensi menjadi sumber nilai dalam pengembangan pendidikan karakter. Namun, arus globalisasi dan modernisasi telah menimbulkan tantangan terhadap pelestarian budaya lokal dan internalisasi nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebudayaan dan kearifan lokal Suku Melayu Jambi, Suku Batak, dan Suku Jawa dalam perspektif pendidikan serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap buku, artikel jurnal, hasil penelitian, dan berbagai sumber ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Seloko Adat Melayu Jambi mengandung nilai religius, moral, sosial, budaya, dan intelektual; falsafah Dalihan Na Tolu masyarakat Batak mengandung nilai penghormatan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepedulian sosial; sedangkan budaya Jawa menonjolkan nilai gotong royong, toleransi, kerukunan, dan rendah hati. Ketiga bentuk kearifan lokal tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan penguatan pendidikan karakter, pendidikan multikultural, serta implementasi Kurikulum Merdeka melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi sumber belajar kontekstual yang efektif dalam membentuk karakter peserta didik sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah dinamika globalisasi.
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF SUKU Widya Hastuti; Siti Munawwaroh; Feni Husnul Fatimah; Ansori Ansori; Iwan Aprianto
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i3.13158

Abstract

ABSTRACT Islamic educational leadership plays a crucial role in directing and managing educational institutions to achieve educational goals oriented toward the intellectual, moral, and spiritual development of learners. Within Indonesia's multicultural society, leadership practices in Islamic education are influenced by cultural values and local wisdom embedded in diverse ethnic communities. This study aims to analyze the concept of Islamic educational leadership from an ethnic perspective, identify the forms of integration between Islamic values and local cultural values, and explain their implications for the administration of Islamic educational institutions. This study employed a qualitative approach using the library research method. Data were collected from books, scientific journal articles, research reports, and other relevant academic documents, and were analyzed using content analysis through the stages of data reduction, data presentation, interpretation, and conclusion drawing. The findings reveal that Islamic leadership principles, including trustworthiness (amanah), justice, consultation (shura), exemplary conduct, and responsibility, are closely aligned with the leadership values found in various Indonesian ethnic traditions, such as mutual cooperation (gotong royong), social solidarity, togetherness, and respect for customary traditions. The integration of these values produces a conceptual leadership model that is religious, contextual, participatory, and adaptive to multicultural communities. This study concludes that Islamic educational leadership based on an ethnic perspective has the potential to strengthen character education, enhance the effectiveness of educational governance, and serve as an alternative leadership model that preserves both Islamic values and local wisdom in the face of globalization. ABSTRAK Kepemimpinan pendidikan Islam memiliki peran penting dalam mengarahkan dan mengelola lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan intelektual, moral, dan spiritual peserta didik. Dalam masyarakat Indonesia yang multikultural, praktik kepemimpinan pendidikan dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang berkembang dalam berbagai kelompok suku. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kepemimpinan pendidikan Islam dalam perspektif suku, mengidentifikasi bentuk integrasi nilai-nilai Islam dengan budaya lokal, serta menjelaskan implikasinya bagi penyelenggaraan lembaga pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data diperoleh dari buku, artikel jurnal ilmiah, hasil penelitian, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip kepemimpinan Islam, seperti amanah, keadilan, musyawarah, keteladanan, dan tanggung jawab, memiliki keselarasan dengan nilai-nilai kepemimpinan berbagai suku di Indonesia, seperti gotong royong, solidaritas, kebersamaan, dan penghormatan terhadap adat. Integrasi tersebut menghasilkan model konseptual kepemimpinan yang religius, kontekstual, partisipatif, dan adaptif terhadap masyarakat multikultural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan pendidikan Islam berbasis perspektif suku berpotensi memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan, serta menjadi alternatif pengembangan kepemimpinan yang mampu menjaga nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal di tengah tantangan globalisasi.
Implementasi Orientasi, Penempatan, dan Pelatihan Berkelanjutan Berbasis Nilai Islami di Madrasah Ibtidaiyah: Studi Kasus MIN 2 Batanghari Nurjanah Nurjanah; Nur Asikin; Repolinda Repolinda; Ansori Ansori; Muhammad Yusup
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.5747

Abstract

Orientasi, penempatan, pengembangan karier, dan pelatihan berkelanjutan merupakan bagian penting dalam manajemen sumber daya manusia pendidikan Islam karena berfungsi meningkatkan kompetensi profesional sekaligus membentuk karakter pendidik yang selaras dengan nilai-nilai Islami. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi orientasi dan penempatan guru, pelaksanaan Training Needs Assessment, pengembangan jalur karier, serta penerapan pembelajaran sepanjang hayat pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Batanghari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap sepuluh informan, observasi nonpartisipan terhadap kegiatan orientasi, evaluasi penempatan, pelatihan, dan mentoring, serta analisis dokumen kebijakan, laporan kebutuhan pelatihan, rencana karier, dan catatan kinerja periode 2023–2025. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan verifikasi, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi, member checking, dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi mampu menanamkan visi madrasah dan etika kerja Islami; penempatan guru telah mempertimbangkan kesesuaian kompetensi; Training Needs Assessment mengidentifikasi kesenjangan pedagogik, profesional, digital, dan kepribadian Islami; sedangkan mentoring dan pengembangan karier memperkuat profesionalisme serta komitmen guru. Konsep belajar sepanjang hayat menjadi dasar untuk menjaga keberlanjutan pengembangan. Integrasi nilai amanah, ikhlas, ihsan, keteladanan, dan tanggung jawab meningkatkan budaya kerja, kualitas pembelajaran, dan ketahanan kelembagaan meskipun madrasah menghadapi keterbatasan sumber daya. Temuan tersebut juga menegaskan pentingnya keterhubungan antara perencanaan SDM, evaluasi kinerja, komunitas belajar, dan tindak lanjut pelatihan agar pengembangan guru tidak berhenti pada kegiatan administratif.
Analisis Kritis Teks Al-Qur'an Dan Hadis Tentang Perencanaan (Takhtith) Dalam Manajemen Pendidikan Eis Yuliani; Sri Lestari; Ansori Ansori
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1699

Abstract

Diskursus manajerial kontemporer sering kali mengasumsikan perencanaan (takhtith) sebagai entitas sekuler yang terpisah dari nilai-nilai spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kritis terhadap teks-teks Al-Qur'an dan Hadis guna membuktikan bahwa konsep perencanaan memiliki landasan teologis yang sangat kuat dalam tradisi Islam, sekaligus menawarkan kerangka penyelesaian masalah bagi lembaga pendidikan. Pendekatan kualitatif digunakan melalui metode penelitian kepustakaan, di mana data dikumpulkan dari penelusuran semantik dan tafsir atas ayat-ayat Al-Qur'an, khususnya Surah Al-Hasyr ayat 18, serta telaah matan hadis terkait konsep ikhtiar preventif. Hasil analisis mengungkap bahwa teks suci Islam memformulasikan perencanaan tidak sebatas proyeksi berorientasi duniawi, melainkan sebuah siklus evaluatif yang mengintegrasikan visi masa depan dengan implikasi eskatologis (akhirat). Konsep takhtith yang ditawarkan oleh sumber otoritatif Islam mensyaratkan adanya kalkulasi rasional, mitigasi risiko yang terukur, dan pengorganisasian sumber daya sebelum penyerahan hasil akhir kepada Tuhan (tawakal). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa perencanaan dalam perspektif Islam adalah bentuk kewajiban rasional-spiritual yang menolak pandangan fatalisme, sehingga sangat krusial diadaptasi sebagai pijakan filosofis dalam perumusan kebijakan manajerial dan strategis di lembaga pendidikan.