Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Pelatihan, Kompetensi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Mahakarya Sinema Bersama Medan Cheeryl Ivanya Prameswary Supit; Toman Panggabean; Winarto Winarto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan, kompetensi, dan motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT Mahakarya Sinema Bersama Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan explanatory research untuk menjelaskan hubungan kausal antar variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang berjumlah 35 orang, dengan teknik sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, wawancara langsung, serta dokumentasi yang relevan dengan objek penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan kualitas instrumen penelitian, serta uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Selanjutnya, dilakukan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t untuk melihat pengaruh secara parsial dan uji F untuk melihat pengaruh secara simultan. Selain itu, koefisien determinasi digunakan untuk mengukur besarnya kontribusi variabel independen terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pelatihan, kompetensi, dan motivasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai koefisien determinasi sebesar 79,7% menunjukkan bahwa sebagian besar variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh pelatihan, kompetensi, dan motivasi, sementara sisanya sebesar 20,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, perusahaan disarankan untuk meningkatkan kualitas dan kontinuitas program pelatihan, mengembangkan kompetensi karyawan secara sistematis, serta memperkuat motivasi kerja guna mencapai kinerja yang lebih optimal.