Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Economic Policy Uncertainty, Interest Rate, dan Leverage terhadap Financial Distress pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (2022–2025) Juanda Triyadi; Idham Lakoni; Eko Wediyanto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak economic policy uncertainty (EPU), interest rate, dan leverage terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022 hingga 2025. Financial distress diukur menggunakan model Altman Z-Score, yang merepresentasikan kondisi kritis ketika perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban keuangannya secara berkelanjutan. Sektor manufaktur dipilih karena karakteristiknya yang padat modal dan ketergantungan tinggi terhadap pembiayaan eksternal, sehingga sangat rentan terhadap tekanan ekonomi. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan, laporan kebijakan moneter Bank Indonesia, serta World Uncertainty Index. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, menghasilkan 25 perusahaan dari empat subsektor dengan total kumulatif 100 observasi. Pemilihan model terbaik dilakukan melalui Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier, yang secara konsisten mengonfirmasi Random Effects Model (REM) sebagai teknik estimasi yang paling tepat. Uji asumsi klasik juga dilakukan untuk memastikan validitas dan konsistensi hasil estimasi. Temuan menunjukkan bahwa secara parsial EPU dan interest rate tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Sementara itu, leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Secara simultan, ketiga variabel bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Nilai Adjusted R-squared sebesar 5,77% mengindikasikan bahwa karakteristik internal perusahaan, khususnya manajemen struktur modal melalui pengendalian leverage, lebih dominan dalam menentukan financial distress dibandingkan variabel makroekonomi. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi manajer perusahaan, investor, dan regulator keuangan di sektor manufaktur.