Perkembangan ekosistem keuangan digital yang pesat mendorong mahasiswa untuk beradaptasi dalam perilaku pengelolaan keuangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Literasi Keuangan Digital, Kemudahan Transaksi, dan Financial Technology terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa pada perguruan tinggi di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei menggunakan teknik purposive sampling terhadap 100 mahasiswa aktif yang menggunakan layanan keuangan digital. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1–5 secara daring dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Variabel penelitian meliputi Literasi Keuangan Digital (X1) diukur dengan 12 indikator dari Rahayu (2022), Kemudahan Transaksi (X2) berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM) Davis (1989) dengan 12 indikator, Financial Technology (X3) dari Suryono (2020) dengan 12 indikator, dan Perilaku Keuangan Mahasiswa (Y) dari Raindra & Paramitalaksmi (2024) dengan 12 indikator. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Financial Technology tidak berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa (koefisien = 0,119; T-stat = 0,629; p = 0,529). Kemudahan Transaksi berpengaruh positif dan signifikan (koefisien = 0,445; T-stat = 2,278; p = 0,023). Literasi Keuangan Digital berpengaruh positif namun tidak signifikan (koefisien = 0,144; T-stat = 1,012; p = 0,312). Secara simultan, ketiga variabel menjelaskan 42,6% variasi Perilaku Keuangan Mahasiswa (R² = 0,426), kategori moderate. Temuan ini menegaskan bahwa kemudahan bertransaksi merupakan faktor dominan yang membentuk perilaku keuangan mahasiswa di era digital.