Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan IV Tahun 2024 berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik yang dirilis pada 5 Februari 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan dokumentasi terhadap data sekunder. Analisis dilakukan melalui perbandingan Produk Domestik Bruto secara year-on-year, quarter-to-quarter, dan cumulative-to-cumulative, serta meninjau struktur pertumbuhan dari sisi lapangan usaha dan pengeluaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia pada Triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 5,02% secara year-on-year dan 0,53% secara quarter-to-quarter. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi tahun 2024 mencapai 5,03%, dengan PDB atas dasar harga berlaku sebesar Rp22.139,0 triliun dan PDB per kapita Rp78,6 juta. Dari sisi lapangan usaha, Jasa Lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,36%, diikuti Transportasi dan Pergudangan serta Konstruksi. Industri Pengolahan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap PDB, meskipun pertumbuhannya berada di bawah rata-rata nasional. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama dengan kontribusi 54,04%, sementara ekspor barang dan jasa tumbuh 7,63%. Namun, pertumbuhan impor yang lebih tinggi dari ekspor menyebabkan net ekspor memberi tekanan terhadap laju pertumbuhan. Temuan ini menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih cukup resilien, tetapi menghadapi risiko perlambatan akibat pelemahan ekspor, tekanan daya beli, dan tantangan sektor manufaktur. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang memperkuat konsumsi, mempercepat hilirisasi industri, meningkatkan daya saing ekspor, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional. Selain itu, pola pertumbuhan regional menunjukkan bahwa Pulau Jawa masih mendominasi struktur ekonomi nasional, sedangkan Maluku, Papua, dan Sulawesi mencatat pertumbuhan lebih tinggi, sehingga pemerataan pembangunan menjadi agenda penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.