Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kendala Yang Dialami Kepala Sekolah Dalam Membina Karakter Siswa Di SMKS Free Methodist Medan Cindy Febryana Munthe; Denisa Anggia Siagian; Riang Tri Putri Buulolo; Yarina Seprianti Simamora; Sani Susanti
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi karakter siswa serta menganalisis kendala yang dialami kepala sekolah dalam membina karakter siswa di SMKS Free Methodist Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah SMKS Free Methodist Medan, sedangkan objek penelitian meliputi kondisi karakter siswa dan kendala pembinaan karakter di lingkungan sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 280 siswa, sebagian besar telah memiliki karakter baik dan stabil. Namun, masih terdapat siswa yang mengalami permasalahan karakter, seperti terlambat masuk sekolah, tidak menggunakan atribut sekolah secara lengkap, terpengaruh pergaulan negatif, kecanduan teknologi, dan mengalami tekanan akademik. Pembinaan karakter dilakukan melalui apel pagi, upacara bendera, kegiatan keagamaan, pendampingan di kelas, bimbingan konseling, komunikasi dengan orang tua, serta pemberian sanksi edukatif. Kendala utama yang dihadapi kepala sekolah meliputi rendahnya kesadaran sebagian siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, kurangnya perhatian orang tua, serta penggunaan teknologi yang tidak terkontrol. Meskipun demikian, pembinaan yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, dan kemampuan siswa menggunakan teknologi secara lebih bijak. Perubahan tersebut tampak dari berkurangnya pelanggaran kedisiplinan, meningkatnya kepatuhan terhadap aturan sekolah, serta tumbuhnya kesadaran siswa untuk memperbaiki perilaku. Dengan demikian, pembinaan karakter di SMKS Free Methodist Medan cukup efektif, tetapi masih perlu ditingkatkan melalui kerja sama yang berkelanjutan antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat agar karakter siswa dapat terbentuk secara optimal, konsisten, terarah, dan sesuai kebutuhan perkembangan peserta didik di sekolah setiap tahun.
Analisis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV Tahun 2024 Cindy Febryana Munthe; Denisa Anggia Siagian Siagian; Riang Tri Putri Buulolo; Yarina Seprianti Simamora; Dede Ruslan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan IV Tahun 2024 berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik yang dirilis pada 5 Februari 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan dokumentasi terhadap data sekunder. Analisis dilakukan melalui perbandingan Produk Domestik Bruto secara year-on-year, quarter-to-quarter, dan cumulative-to-cumulative, serta meninjau struktur pertumbuhan dari sisi lapangan usaha dan pengeluaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia pada Triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 5,02% secara year-on-year dan 0,53% secara quarter-to-quarter. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi tahun 2024 mencapai 5,03%, dengan PDB atas dasar harga berlaku sebesar Rp22.139,0 triliun dan PDB per kapita Rp78,6 juta. Dari sisi lapangan usaha, Jasa Lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,36%, diikuti Transportasi dan Pergudangan serta Konstruksi. Industri Pengolahan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap PDB, meskipun pertumbuhannya berada di bawah rata-rata nasional. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama dengan kontribusi 54,04%, sementara ekspor barang dan jasa tumbuh 7,63%. Namun, pertumbuhan impor yang lebih tinggi dari ekspor menyebabkan net ekspor memberi tekanan terhadap laju pertumbuhan. Temuan ini menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih cukup resilien, tetapi menghadapi risiko perlambatan akibat pelemahan ekspor, tekanan daya beli, dan tantangan sektor manufaktur. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang memperkuat konsumsi, mempercepat hilirisasi industri, meningkatkan daya saing ekspor, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional. Selain itu, pola pertumbuhan regional menunjukkan bahwa Pulau Jawa masih mendominasi struktur ekonomi nasional, sedangkan Maluku, Papua, dan Sulawesi mencatat pertumbuhan lebih tinggi, sehingga pemerataan pembangunan menjadi agenda penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.