Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Interaksi Sosial Mahasiswa Rantau di Asrama PPMI Sulawesi Tengah Mir’ah Azizah Nasri; Rauf A. Hatu; Sainudin Latare
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis interaksi sosial mahasiswa rantau di Asrama PPMI Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan pola hubungan sosial antar penghuni asrama yang menunjukkan kecenderungan meningkatnya sikap individualisme dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengurus dan penghuni Asrama PPMI Sulawesi Tengah yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial mahasiswa rantau di Asrama PPMI Sulawesi Tengah berlangsung dalam bentuk pertukaran, konflik, dominasi, dan sosiabilitas sebagaimana dijelaskan dalam teori Georg Simmel. Bentuk pertukaran terlihat melalui aktivitas saling membantu dan berbagi informasi, sedangkan konflik muncul akibat perbedaan karakter, kurangnya komunikasi, dan persoalan kebersihan asrama. Dominasi tampak dalam penerapan aturan dan pembagian tugas oleh pengurus asrama, sementara sosiabilitas terlihat melalui kegiatan berkumpul dan komunikasi antar penghuni. Namun, interaksi sosial yang terjalin belum sepenuhnya melibatkan seluruh penghuni asrama. Sebagian mahasiswa cenderung menunjukkan sikap individualisme yang ditandai dengan rendahnya partisipasi dalam kegiatan bersama, terbatasnya interaksi dengan penghuni lain, lebih banyak menghabiskan waktu di ruang pribadi, serta lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan bersama. Kondisi tersebut menyebabkan hubungan sosial antar penghuni belum terjalin secara optimal dan berpengaruh terhadap tingkat kebersamaan di lingkungan asrama. Meskipun demikian, solidaritas sosial masih ditemukan pada sebagian penghuni melalui sikap saling peduli dan membantu dalam situasi tertentu.