Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perancangan Aplikasi Rekam Medis Elektronik Berbasis Fast Healthcare Interoperability Resources (FHIR) (Studi Kasus: Klinik Praktek Drg. Femmy Puteri Ademuklis) Najua Rahmah Putri; Desi Wahana; Depandi Enda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10089

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih digunakannya sistem pencatatan manual dalam pengelolaan rekam medis di Klinik Praktek drg. Femmy Puteri Ademuklis. Sistem manual tersebut menimbulkan berbagai permasalahan, seperti keterlambatan pelayanan, kesulitan dalam pencarian data pasien, tingginya risiko kehilangan atau kerusakan dokumen, serta belum terintegrasinya data kesehatan dengan sistem informasi kesehatan lainnya. Di sisi lain, perkembangan transformasi digital di sektor kesehatan menuntut adanya sistem informasi yang mampu mendukung pertukaran data secara cepat, akurat, dan terstandar. Namun, implementasi standar interoperabilitas kesehatan, khususnya Fast Healthcare Interoperability Resources (FHIR), pada praktik pelayanan kesehatan gigi masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem Rekam Medis Elektronik (RME) berbasis FHIR guna meningkatkan efisiensi pengelolaan data pasien serta mendukung interoperabilitas informasi kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rapid Application Development (RAD), yang meliputi tahapan perencanaan kebutuhan, perancangan bersama pengguna, pembangunan sistem, serta implementasi dan pengujian. Sistem dikembangkan dengan memanfaatkan resource utama FHIR, yaitu Patient, Observation, Encounter, dan Appointment yang saling terintegrasi melalui RESTful API. Hasil pengujian fungsional menggunakan metode black box menunjukkan bahwa seluruh fitur sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna, termasuk pengelolaan data pasien, pencatatan rekam medis, penjadwalan kunjungan, dan validasi data. Implementasi sistem terbukti mampu meningkatkan efisiensi administrasi, mempercepat akses informasi medis, mengurangi kesalahan pencatatan, serta mendukung digitalisasi layanan kesehatan yang lebih terstruktur, efektif, dan berkelanjutan di lingkungan klinik.