Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Perencanaan Audit, Independensi Auditor, dan Kompetensi Auditor terhadap Kualitas Audit Internal pada Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Locaaqua Aryna Diva Pramesti; Elsa Imelda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10420

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan efektif melalui pelaksanaan audit internal yang berkualitas. Kualitas audit internal menjadi salah satu indikator keberhasilan fungsi pengawasan, sehingga perlu diketahui faktor-faktor yang dapat memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh perencanaan audit, independensi auditor, dan kompetensi auditor terhadap kualitas audit internal pada APIP di lingkungan Kementerian Kelompok III sesuai dengan Peraturan Presiden yang mengatur tentang Organisasi Kementerian Negara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada auditor APIP. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 auditor yang memenuhi kriteria penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 32. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan audit dan independensi auditor memiliki pengaruh positif terhadap kualitas audit internal. Sebaliknya, kompetensi auditor tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit internal. Selain itu, secara bersama-sama perencanaan audit, independensi auditor, dan kompetensi auditor terbukti berpengaruh terhadap kualitas audit internal. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pelaksanaan audit internal pada APIP tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan auditor, tetapi juga oleh kualitas proses perencanaan audit serta kemampuan auditor dalam menjaga sikap independensi auditor selama menjalankan tugas pengawasan.
Pengaruh Whistleblowing System, Good Governance, dan Budaya Organisasi terhadap Pencegahan Kecurangan pada Komisi Pemberantasan Korupsi Rizky Mahangga Kaloko; Elsa Imelda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10605

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena masih terjadinya berbagai kecurangan di lembaga penegak hukum yang melibatkan pihak internal maupun eksternal organisasi. Lembaga penegak hukum sejatinya menjadi tolok ukur dalam upaya pencegahan kecurangan bagi instansi pelayanan publik lainnya, namun beberapa tindakan kecurangan yang terjadi telah mengakibatkan kerugian yang meluas, baik kerugian finansial maupun reputasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan whistleblowing system, good governance, dan budaya organisasi terhadap upaya pencegahan kecurangan yang dibangun oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai KPK di unit kerja terkait. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden yang dinilai telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Data kemudian diolah menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software SmartPLS4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi merupakan faktor paling signifikan dalam pencegahan kecurangan, sama halnya dengan variabel good governance yang berpengaruh signifikan positif dalam pencegahan kecurangan, sementara whistleblowing system tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pencegahan kecurangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa untuk membangun mekanisme pencegahan kecurangan yang efektif, diperlukan budaya organisasi yang menekankan nilai integritas dan didukung oleh kebijakan yang berorientasi pada nilai tersebut. Langkah preventif tersebut perlu diimbangi dengan langkah detektif berupa penerapan whistleblowing system yang aktif dan dipercaya oleh penggunanya.
Pengaruh Pengungkapan Sustainable Development Goals (SDGs) dan Kualitas Audit terhadap Nilai Perusahaan pada Sektor Energi di Bursa Efek Indonesia Yoga Noorwahyu Pratama; Elsa Imelda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan Sustainable Development Goals (SDGs) dan kualitas audit terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling dan menghasilkan 19 perusahaan dengan total 76 observasi data panel. Pengungkapan SDGs diukur melalui analisis konten terhadap 17 indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, kualitas audit diproksikan dengan afiliasi Kantor Akuntan Publik Big Four, sedangkan nilai perusahaan diukur menggunakan Tobin’s Q. Data dianalisis menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews. Hasil Uji Chow dan Uji Hausman menetapkan Fixed Effect Model sebagai model estimasi terbaik. Hasil pengujian parsial menunjukkan bahwa pengungkapan SDGs berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan dengan koefisien 2,928309 dan probabilitas 0,0120. Sementara itu, kualitas audit tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan probabilitas 0,2073. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan F-statistik 8,353359 dan probabilitas 0,000000. Nilai Adjusted R-Square sebesar 0,662264 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 66,22% variasi nilai perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa transparansi pengungkapan SDGs menjadi sinyal positif bagi pasar dan lebih relevan dalam meningkatkan nilai perusahaan dibandingkan reputasi auditor.