Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Manajemen Perubahan Organisasi dalam Implementasi Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Nugroho Rizki Pratomo; Putri Mutiara Sari; Rahmi Ayu Wulandari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10846

Abstract

Transformasi digital rumah sakit menghadirkan tantangan organisasional yang melampaui implementasi teknis. Meskipun teori manajemen perubahan menawarkan tahapan transisi yang terstruktur, pemahaman mengenai bagaimana staf rumah sakit mengalami, memaknai, dan merespons perubahan dalam praktik sehari-hari masih terbatas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman staf selama implementasi rekam medis elektronik (RME), khususnya terkait kepemimpinan, komunikasi, dan resistensi. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif pada sebuah rumah sakit umum swasta di Jawa Barat. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap sembilan informan yang dipilih secara purposif, meliputi manajemen puncak, manajemen menengah, dokter, perawat, dan staf administrasi, serta dilengkapi observasi non-partisipan dan kajian dokumen. Data dianalisis menggunakan enam tahap analisis tematik Braun dan Clarke, dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menemukan empat tema utama: kepemimpinan sebagai penentu legitimasi perubahan, kesenjangan komunikasi antarlapis manajemen, resistensi staf klinis akibat kekhawatiran beban kerja dan berkurangnya otonomi, serta dukungan informal antarsejawat sebagai fasilitator adopsi. Proses perubahan secara umum mencerminkan model delapan langkah Kotter, tetapi tahap institusionalisasi masih lemah. Beberapa informan melaporkan kembalinya praktik kerja informal ketika perhatian manajerial bergeser. Temuan ini memberikan kontribusi kontekstual dan implikasi praktis bagi manajer sumber daya manusia dalam merancang perubahan yang partisipatif, adaptif, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan operasional dan klinis rumah sakit.
Service-Profit Chain Rumah Sakit: Tinjauan Literatur Sistematis Nugroho Rizki Pratomo; Putri Mutiara Sari; Rahmi Ayu Wulandari; Restika Osin Sukur; A Rohendi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9380

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis bukti empiris mengenai penerapan Service-Profit Chain (SPC) dalam manajemen rumah sakit. Kerangka SPC menjelaskan hubungan berurutan antara kualitas layanan internal, kepuasan dan loyalitas karyawan, nilai layanan, kepuasan pasien, loyalitas pasien, serta kinerja finansial organisasi. Penelitian menggunakan metode tinjauan literatur sistematis berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada enam basis data, yaitu Scopus, PubMed/MEDLINE, CINAHL, EBSCO, ProQuest Health and Medical Collection, dan Google Scholar, terhadap publikasi periode 2013-2024. Dari 1.014 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 48 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis melalui thematic synthesis serta narrative synthesis. Hasil penelitian menunjukkan enam komponen utama SPC dalam konteks rumah sakit, yaitu kualitas layanan internal, kepuasan karyawan, retensi dan keterlibatan karyawan, kepuasan pasien, loyalitas pasien, serta kinerja finansial rumah sakit. Kualitas layanan internal terbukti menjadi fondasi utama karena dukungan manajerial, kecukupan sumber daya, iklim keselamatan, dan sistem kerja yang baik meningkatkan kepuasan serta produktivitas tenaga kesehatan. Employee engagement dan service climate berperan sebagai mediator penting, sedangkan burnout menjadi faktor penghambat utama. Kepuasan dan kepercayaan pasien berkontribusi terhadap loyalitas, kunjungan ulang, rekomendasi, dan efisiensi operasional. Temuan ini menegaskan bahwa implementasi SPC secara terintegrasi dapat membantu rumah sakit menghubungkan kebijakan sumber daya manusia, kualitas layanan, pengalaman pasien, dan kinerja finansial secara berkelanjutan. Secara praktis, rumah sakit perlu membangun sistem pengukuran terpadu, kepemimpinan transformasional, program retensi, pengembangan kompetensi, dan pencegahan burnout untuk memperkuat setiap tautan rantai layanan secara konsisten dan berkelanjutan.