Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Model Kepemimpinan Sekolah Berbasis Artificial Intelligence Governance dalam Pengambilan Keputusan Pendidikan Adaptif Era Education 5.0 Ahmad Roiyan Alfarisi; Adrijanti Adrijanti; M. Hasan Mahayudin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11208

Abstract

Kajian mengenai model kepemimpinan sekolah yang mengintegrasikan prinsip-prinsip Artificial Intelligence Governance masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan sekolah berbasis Artificial Intelligence Governance terhadap pengambilan keputusan pendidikan adaptif serta mengembangkan model kepemimpinan yang relevan dengan tuntutan transformasi pendidikan pada era Education 5.0. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Populasi penelitian terdiri atas tenaga kependidikan pada sekolah yang telah menerapkan sistem digital dalam pengelolaan pendidikan, sedangkan sampel sebanyak 220 responden ditentukan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics melalui analisis statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (t-test), uji simultan (F-test), serta koefisien determinasi (Adjusted R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi Artificial Intelligence Governance, yaitu transparansi algoritma, akuntabilitas pengambilan keputusan, keamanan dan tata kelola data, pengawasan manusia terhadap sistem AI, serta kepatuhan terhadap prinsip etika penggunaan kecerdasan buatan, berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan pendidikan adaptif, baik secara parsial maupun simultan. Model penelitian memiliki nilai Adjusted R² sebesar 0,664, yang menunjukkan bahwa 66,4% variasi pengambilan keputusan pendidikan adaptif dapat dijelaskan oleh kelima dimensi tersebut. Variabel kepatuhan terhadap prinsip etika penggunaan AI merupakan faktor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan kualitas keputusan pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Artificial Intelligence Governance menjadi fondasi strategis dalam membangun kepemimpinan sekolah yang adaptif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pengambilan keputusan pendidikan yang berkualitas di era Education 5.0.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Administrasi Sekolah Dan Fasilitas Belajar Terhadap Tingkat Kepuasan Siswa SMA Semen Gresik Emy Lailatul Fajriyah; Adrijanti Adrijanti; Hasan Mahayudin
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1162

Abstract

Pelayanan administrasi sekolah dan fasilitas belajar merupakan hal penting yang membantu proses belajar menjadi lebih efektif dan membuat siswa merasa lebih puas. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan pelayanan administrasi yang belum cukup baik dan fasilitas belajar yang belum lengkap. Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak dari tingkat pelayanan administrasi sekolah dan kondisi fasilitas belajar terhadap tingkat kepuasan para siswa di SMA Semen Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yang bersifat asosiatif. Populasi penelitian terdiri dari 259 siswa, sedangkan jumlah sampel yang diambil adalah 157 siswa. Sampel tersebut ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin serta teknik pengambilan sampel acak proporsional berstrata. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbentuk skala Likert dan dianalisis dengan metode regresi linier berganda dengan bantuan program statistik. Penelitian menunjukkan bahwa alat yang digunakan dalam penelitian tersebut memenuhi standar kevalidan dan ketepatan hasil. Analisis regresi menunjukkan bahwa kualitas pelayanan administrasi sekolah memengaruhi kepuasan siswa, meskipun dampaknya tidak terlalu besar. Sementara itu, fasilitas belajar berdampak positif dan nyata terhadap kepuasan siswa. Secara bersamaan, kualitas pelayanan administrasi sekolah dan fasilitas belajar berdampak cukup besar terhadap kepuasan siswa, dengan tingkat penjelasan sebesar 9,6 persen. Penelitian menemukan bahwa fasilitas belajar adalah faktor utama yang mempengaruhi tingkat kepuasan siswa. Oleh karena itu, peningkatan kualitas fasilitas belajar harus menjadi prioritas sekolah, diiringi dengan upaya memperbaiki pelayanan administrasi untuk meningkatkan kepuasan siswa secara keseluruhan.
Kolaborasi antara Guru Reguler dan Guru Pendamping dalam Meningkatkan Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi : Studi Kasus di KB TK IT Al-Ibrah Gresik Sailin Nihlah; Adrijanti Adrijanti; Noor Indahwati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1267

Abstract

Penyelenggaraan pendidikan inklusi di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih dihadapkan pada keterbatasan kualifikasi pendidik, perbedaan pemahaman tugas, serta hambatan komunikasi antar-guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai bentuk kolaborasi antara guru reguler dan guru pendamping khusus (GPK), kendala yang dihadapi, serta upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusi di KB TK IT Al-Ibrah Gresik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kolaborasi terjalin secara menyeluruh meliputi fase perencanaan Program Pembelajaran Individual (PPI) bermodel kurikulum ganda, fase pelaksanaan melalui co-teaching tipe One Teach, One Assist dengan pendekatan fading, serta fase evaluasi berkala dengan sistem rapor ganda. Kendala utama yang dihadapi di lapangan bersumber dari ketidakstabilan emosi anak berkebutuhan khusus (ABK) serta faktor situasional kedinasan berupa pemberontakan perilaku anak ketika terjadi pergantian ke guru pengganti (infal). Upaya pemecahan masalah ditempuh pihak sekolah melalui penguatan kapasitas internal berupa pelatihan inklusi bersama, serta optimalisasi sinergi eksternal melalui penyelarasan program mandiri anak dengan orang tua menggunakan media buku penghubung. Kesimpulannya, integrasi aspek pengorganisasian kapasitas internal dan pengawasan eksternal berhasil mewujudkan siklus manajemen inklusi yang utuh, akuntabel, dan ramah anak.