Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Preferensi Penggunaan Layanan Keuangan Digital di Indonesia: Bukti Empiris Peran Persepsi Biaya, Persepsi Kemudahan, Kepercayaan, dan Literasi Keuangan Digital Mahfud Nugroho; Fitria Yuni Astuti; Eka Kurnia Patmasari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11416

Abstract

Persaingan oleh para penyedia layanan jasa keuangan digital fintech tidak dapat dihindari. Perbankan selaku penyedia mobile banking dan penyedia jasa keuangan nonbank seperti e-money sedang bersaing dalam memberikan pelayanan terbaiknya untuk para pengguna. Berdasarkan preferensi pengguna  apa yang membuat pengguna memutuskan untuk mengguakan jasa layanan keuangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi biaya, kemudahan, kepercayaan dan literasi keuangan digital terhadap preferensi penggunaan layanan digital fintech di Indonesia. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel dengan metode survei pada 120 responden. Analisis data menggunakan SEM_PLS. Kebaruan (novelty) dalam penelitian ini adalah penggunaan digital financial literacy sebagai variabel tambahan dalam menjelaskan preferensi penggunaan fintech yang mencakup e-wallet dan mobile banking. Hasil penelitian menjelaskan bahwa varibel persepsi biaya berpengaruh signifikan terhadap preferensi penggunaan layanan keuangan digital. Sedangkan variabel persepsi kemudahan, kepercayaan dan literasi keuangan digital tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi penggunaan layanan keuangan digital. Ketiga variabel tersebut belum menjadi penyebab utama responden dalam memilih layanan keuangan digital. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh faktor usia responden yang merupakan mahasiswa berusia 18-22 tahun yang mana sudah terbiasa menggunakan berbagai aplikasi digital. Sehingga kemudahan dan keamanan layanan sudah seharusnya menjadi standar minimal dala layanan keuangan digital. Literasi keuangan digital lebih berperan sebagai pengetahuan pendukung bagi responden dan bukan merupakan faktor utama untuk mendorong preferensi penggunaan layanan keuangan digital.
Pelatihan Pengolahan Limbah Dapur Organik Buah Dan Sayur Mejadi Eco Enzyme Untuk Mendukung Ekonomi Sirkular Mahfud Nugroho; Sufrotun Khasanah; Sitta Saraya; Rosy Febriani Daud
Jurnal AbdiMas Ekonomi Terapan Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS EKONOMI TERAPAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Selamat Sri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/fa6s0m05

Abstract

Saat ini kab Kendal mengalami darurat sampah. Hal ini terjadi salah satunya disebabkan karena kesadaran masyarakat untuk mengolah dan memilah sampah masih minim. Banyak masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan seperti dibuang dipinggir jalan atau ditepi sungai. Hal ini menyebabkan masalah serius seperti menggangu lingkungan, menimbulkan aroma yang menyengat sampai dapat menimbulkan bencana alam. Berbagai bencana akibat dari pembuangan sampah sembarangan mengancam kehidupan masayrakat seperti banjir dan pencemaran lingkungan yang menyebabkan berbagai penyakit. Sehingga perlu dilakukan penanganan sampah untuk mencegah dan mengurangi risiko bencana banjir dan pencemaran lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat serta memberikan pelatihan praktek pengolahan sampah rumah tangga khususnya sampah organic menjadi bahan yang kaya akan manfaat untuk kehidupan manusia yaitu eco enzym. Metode yag digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi, diskusi dan praktek langsung. Setiap peserta diminta untuk mengisi Pre-Test dan Post-Test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan ini adalah peningkatan pemhaman dan kemampuan peserta untuk membuat ecoenzym menggunakan peralatan sederhana yang bisa ditemukan disekitar rumah. Prroduk yang dihasilkan adalah setiap tim membuat satu botol plastic ukuran 1500ml yang berisi bahan-bahan yang akan menjadi eco enzyme dan tinggal didiamkan Selama kurang lebih 3 bulan. Peserta diharapkan dapat mempraktekkan ini langsung dirumah dan bisa diajarkan Kembali kepada keluarga dan sanak saudara yang berada disekitarnya.