Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Model HOT-Fit dalam Evaluasi INLISLite untuk Meningkatkan Layanan Informasi Perpustakaan Daerah Cahya Tri Wulan; Rada Rada; Erwin Erwin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11446

Abstract

Transformasi digital pada sektor perpustakaan merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas layanan informasi publik melalui pemanfaatan teknologi informasi. Salah satu bentuk implementasi transformasi digital tersebut adalah penggunaan Integrated Library System (INLISLite) sebagai sistem otomasi perpustakaan yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Meskipun telah banyak diimplementasikan pada perpustakaan daerah, keberhasilan pemanfaatan INLISLite tidak hanya ditentukan oleh kualitas teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia dan dukungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan suatu evaluasi yang komprehensif untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi sistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Human, Organization, dan Technology terhadap Net Benefits implementasi aplikasi INLISLite pada perpustakaan daerah dengan menggunakan model Human-Organization-Technology Fit (HOT-Fit). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory survey. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pengguna internal aplikasi INLISLite pada perpustakaan daerah. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator pada setiap konstruk HOT-Fit dan diukur menggunakan skala Likert lima tingkat. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui tahapan evaluasi model pengukuran (outer model), evaluasi model struktural (inner model), serta pengujian hipotesis. Penelitian ini diharapkan menghasilkan model empiris yang menjelaskan pengaruh komponen manusia, organisasi, dan teknologi terhadap manfaat implementasi INLISLite. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan model HOT-Fit pada konteks sistem otomasi perpustakaan serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola perpustakaan dan pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas implementasi sistem informasi guna mendukung kualitas layanan informasi publik yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Analisis Capability Level Tata Kelola Keamanan Informasi dalam Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Ronal Leonardo; Muhammad Ikhwan; Erwin Erwin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13015

Abstract

Transformasi digital melalui implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) telah menjadi strategi utama pemerintah Indonesia dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Di sisi lain, peningkatan pemanfaatan teknologi informasi juga diikuti oleh meningkatnya risiko keamanan informasi yang berpotensi mengganggu keberlangsungan layanan pemerintahan berbasis elektronik. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola keamanan informasi yang mampu menjamin kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi sekaligus mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan SPBE. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kematangan implementasi SPBE berdasarkan pendekatan Capability Level dengan menitikberatkan pada aspek tata kelola keamanan informasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada aparatur sipil negara sebagai pengguna layanan SPBE, sedangkan analisis dilakukan menggunakan pendekatan Capability Level yang mengacu pada kerangka kerja COBIT 2019 serta didukung oleh prinsip Sistem Manajemen Keamanan Informasi berdasarkan ISO/IEC 27001:2022. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa implementasi SPBE berada pada Capability Level 3 (Established Process) dengan nilai rata-rata 3,27, yang menunjukkan bahwa proses penyelenggaraan SPBE telah terdokumentasi dan diterapkan secara konsisten. Meskipun demikian, domain keamanan informasi masih memperoleh tingkat kapabilitas yang lebih rendah dibandingkan domain lainnya, sehingga diperlukan peningkatan pada aspek kebijakan keamanan informasi, manajemen risiko teknologi informasi, pengendalian akses, audit keamanan informasi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam bentuk evaluasi tingkat kematangan SPBE yang berfokus pada tata kelola keamanan informasi serta menghasilkan rekomendasi strategis untuk meningkatkan kapabilitas proses menuju Level 4 (Predictable Process) melalui penguatan tata kelola teknologi informasi dan penerapan keamanan informasi yang berkelanjutan.
Pengaruh Pemanfaatan AI terhadap Implementasi Core Tax Administration System: Studi Empiris pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bangka Ucik Budiman; Iwan Iwan; Erwin Erwin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13016

Abstract

Transformasi digital dalam administrasi perpajakan menjadi salah satu strategi utama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, efisiensi operasional, dan kepatuhan wajib pajak. Salah satu implementasi transformasi tersebut adalah pengembangan Core Tax Administration System (Coretax DJP) yang mengintegrasikan seluruh proses bisnis administrasi perpajakan dalam satu platform digital. Seiring dengan implementasi Coretax, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) menjadi teknologi strategis yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas analisis data, mempercepat proses administrasi, mendukung pengambilan keputusan berbasis data, serta meningkatkan kualitas pelayanan perpajakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan Artificial Intelligence terhadap implementasi Coretax pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bangka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai KPP Pratama Bangka yang menggunakan Coretax dalam pelaksanaan tugas administrasi perpajakan. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence berpengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi Coretax dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,827, t-statistic sebesar 18,463, dan p-value sebesar 0,000. Nilai R-Square sebesar 0,684 menunjukkan bahwa sebesar 68,4% implementasi Coretax dapat dijelaskan oleh pemanfaatan Artificial Intelligence. Selain itu, model penelitian memiliki kemampuan prediktif yang baik dengan nilai Q² sebesar 0,512, nilai Effect Size (f²) sebesar 0,684, dan nilai SRMR sebesar 0,061, sehingga model dinyatakan memenuhi kriteria kelayakan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence mampu meningkatkan efektivitas implementasi Coretax melalui peningkatan kecepatan pengolahan data, akurasi analisis informasi, efisiensi administrasi, serta dukungan terhadap pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian transformasi digital sektor publik serta memberikan rekomendasi praktis bagi Direktorat Jenderal Pajak dalam mengoptimalkan pemanfaatan Artificial Intelligence untuk mendukung modernisasi administrasi perpajakan di Indonesia.
Kesiapan SDM dalam Menghadapi Sistem Digital di Lingkungan Pemerintah Daerah Bangka Tengah Yophi Irawan; Belly Utomo Putra; Erwin Erwin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13017

Abstract

Keberhasilan implementasi sistem digital tidak hanya dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur teknologi, tetapi juga sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia (SDM) sebagai pengguna utama sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan SDM dalam menghadapi implementasi sistem digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori melalui metode survei. Data diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada aparatur pemerintah yang menggunakan sistem digital dalam pelaksanaan tugasnya. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling--Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum SDM di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memiliki tingkat kesiapan yang baik dalam mendukung implementasi sistem digital. Kesiapan tersebut tercermin dari kompetensi digital aparatur, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, dukungan organisasi, serta berkembangnya budaya kerja digital. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan kapasitas melalui program pelatihan yang berkelanjutan, penguatan kepemimpinan digital, dan pengembangan budaya organisasi yang adaptif terhadap perubahan teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian transformasi digital pada sektor publik dengan menegaskan bahwa kesiapan SDM merupakan faktor strategis dalam mendukung keberhasilan implementasi sistem digital. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dalam merumuskan kebijakan pengembangan kompetensi aparatur dan optimalisasi transformasi digital secara berkelanjutan.