Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor Sosial Ekonomi yang Memengaruhi Konsumsi Ikan Rumah Tangga di Kecamatan Kabanjahe Natalia Koes Harawaty Situmorang; Zuzy Anna; Kiki Haetami; Iwang Gumilar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11504

Abstract

Konsumsi ikan merupakan salah satu indikator penting dalam pemenuhan gizi masyarakat. Meskipun Angka Konsumsi Ikan di Indonesia terus meningkat, konsumsi ikan di Kabupaten Karo masih relatif rendah dibandingkan beberapa wilayah lain di Provinsi Sumatera Utara. Sebagai wilayah dataran tinggi non-pesisir, Kecamatan Kabanjahe memiliki karakteristik geografis yang diduga memengaruhi pola konsumsi ikan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap konsumsi ikan rumah tangga di Kecamatan Kabanjahe. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sampling terhadap 202 responden. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel pendapatan, pendidikan, jumlah anggota keluarga, harga ikan, akses pasar, dan preferensi berpengaruh signifikan terhadap konsumsi ikan rumah tangga. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,282 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 28,2% variasi konsumsi ikan, sedangkan 71,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Secara parsial, hanya variabel jumlah anggota keluarga yang berpengaruh signifikan dengan arah negatif, sedangkan pendapatan, pendidikan, harga ikan, akses pasar, dan preferensi tidak berpengaruh signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ikan rumah tangga di Kecamatan Kabanjahe dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik sosial ekonomi maupun faktor lain di luar model seperti budaya konsumsi, kebiasaan makan, dan sumber protein hewani substitusi. Oleh karena itu, upaya peningkatan konsumsi ikan perlu mempertimbangkan karakteristik sosial ekonomi serta kondisi wilayah setempat.