Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Proses Penempatan dan Adaptasi Sosio-Ekologis Masyarakat Transmigran Jawa di Gorontalo (1980-1981) Tiara Handayani A. Rasyid; Helman Manay; Andris K. Malae
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11734

Abstract

Program transmigrasi pada masa Orde Baru merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ekonomi lemah melalui pembagian lahan di wilayah baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penenmpatan serta dinamika adaptasi sosio-ekologis masyarakat transmigran asal Jawa di UPT Marisa 1 (kini Desa Manunggal Karya, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo) pada periode 1980–1981. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang bertumpu pada pengumpulan sumber primer berupa wawancara mendalam dengan pelaku sejarah/eks-petugas transmigrasi serta analisis dokumen autentik desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kedatangan 110 KK transmigran asal Jawa Timur dan Jawa Barat ke Marisa berlangsung secara bertahap melalui rute laut dengan tantangan logistik yang cukup signifikan di masa transisi. Setibanya di lokasi, para transmigran menghadapi tantangan ekologis yang berat berupa wilayah yang masih berupa hutan, gangguan satwa liar, hingga ancaman banjir yang memicu kegagalan panen awal. Strategi survival dan adaptasi masyarakat dilakukan melalui jalur kultural defensif, seperti mempertahankan tradisi gotong royong gugur gunung untuk pembukaan lahan, serta kepatuhan sosiokultural kosmologi Jawa dalam tata ruang pemakaman umum yang terpisah dari pekarangan rumah. Hubungan interaksi dengan warga lokal sempat diwarnai kecemburuan sosial akibat perbedaan kecakapan bertani dan hambatan bahasa, namun berhasil diredam melalui pembinaan terpadu oleh petugas lapangan. Kesimpulannya, ketahanan ekonomi dan sosial transmigran di Gorontalo berhasil dibentuk melalui integrasi bantuan fasilitas pemerintah dan pemeliharaan nilai-nilai budaya asal yang adaptif terhadap lingkungan baru.