Manajemen rantai pasok merupakan aspek yang sangat penting dalam menjaga kelangsungan operasional serta meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner tradisional di Indonesia. Namun, dalam praktiknya pelaku UMKM masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan pasokan bahan baku, ketidakstabilan kualitas produk, rendahnya efisiensi distribusi, serta belum optimalnya koordinasi antar pelaku dalam rantai pasok. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kinerja operasional dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merangkum temuan-temuan penelitian terdahulu mengenai praktik manajemen rantai pasok pada UMKM kuliner tradisional di Indonesia, sekaligus mengidentifikasi strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja operasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain literature review terhadap 19 artikel jurnal ilmiah nasional yang diterbitkan pada periode 2022–2026. Artikel diperoleh melalui basis data Google Scholar dan Garuda, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik manajemen rantai pasok pada UMKM kuliner tradisional dapat dikelompokkan ke dalam tiga klaster utama, yaitu pengelolaan persediaan bahan baku, pengendalian kualitas produk dan proses produksi, serta strategi distribusi dan logistik. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam meningkatkan efisiensi operasional, menjaga konsistensi kualitas produk, serta memperkuat ketahanan bisnis UMKM. Temuan penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku UMKM dalam menyusun strategi operasional yang lebih terintegrasi dan adaptif. Selain itu, penelitian ini menawarkan sintesis literatur nasional terkini periode 2022–2026 yang memberikan gambaran komprehensif mengenai upaya meminimalkan risiko operasional dan mengoptimalkan sistem logistik hibrida pada UMKM kuliner tradisional di Indonesia.