Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan K3 dan Komitmen Manajemen terhadap Kepatuhan Karyawan dalam Penerapan Keselamatan Kerja pada PT. Pelindo Regional I Cabang Belawan Ivana Aurel Salsabina; Supriadi Supriadi; M. Nelson Pinem
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan komitmen manajemen terhadap kepatuhan karyawan dalam penerapan keselamatan kerja pada PT. Pelindo Regional I Cabang Belawan. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan K3 dalam menekan angka kecelakaan kerja serta meningkatkan kesadaran dan kepatuhan karyawan terhadap prosedur keselamatan kerja, khususnya pada sektor kepelabuhanan yang memiliki tingkat risiko kerja tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 59 petugas keamanan (security) yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh (total sampling). Data dianalisis menggunakan uji instrumen (uji validitas, uji reliabilitas). uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji T, uji F, dan koefisien determinasi (R2) dengan bantuan perangkat lunak SPSS untuk menguji hipotesis secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan K3 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan karyawan. Komitmen manajemen juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan karyawan. Secara simultan, pelatihan K3 dan komitmen manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan karyawan dalam penerapan keselamatan kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelatihan K3 yang didukung oleh komitmen manajemen yang kuat mampu meningkatkan kepatuhan karyawan terhadap prosedur keselamatan kerja. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengoptimalkan program pelatihan serta memperkuat komitmen manajemen guna mewujudkan budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan.