Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Gaya Manajemen Kelas Guru Pendidikan Pancasila dalam Menghadapi Phubbing di Era Digital Novi Dwi Fitria; Rianda Usmi; Siti Maizul Habibah; Walib Abdullah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi gaya manajemen kelas guru Pendidikan Pancasila sebagai classroom manager dalam membentuk kedisiplinan akademik siswa di SMKN 2 Ngawi pada era digital. Fokus penelitian diarahkan pada perubahan pendekatan guru dalam mengelola kelas yang pada awalnya cenderung permissive, yaitu memberikan kelonggaran penggunaan smartphone dalam pembelajaran, menuju pendekatan yang lebih terarah, tegas, komunikatif, dan edukatif sebagai respons terhadap gangguan penggunaan smartphone di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas dua guru Pendidikan Pancasila dan tujuh peserta didik, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam artikel ini, data hasil penelitian ditafsirkan ulang menggunakan teori Diana Baumrind dengan fokus pada gaya permissive dan authoritative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap awal, guru Pendidikan Pancasila memberikan ruang kelonggaran penggunaan smartphone untuk mendukung pembelajaran, namun kelonggaran tersebut kemudian mulai dibatasi karena berdampak pada menurunnya perhatian, keterlibatan, dan kedisiplinan akademik siswa. Selanjutnya, guru mengembangkan pendekatan yang lebih authoritative melalui penetapan aturan penggunaan smartphone secara jelas, pengawasan aktif, teguran yang tegas namun tetap menghargai siswa, serta dialog agar siswa memahami pentingnya disiplin akademik. Transformasi tersebut berkontribusi pada meningkatnya keteraturan kelas, keterlibatan siswa, dan pembiasaan tanggung jawab akademik.