Aslam, Dhaifullah Rafif
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS AKURASI ESTIMASI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN DATA SATELIT HIMAWARI-9 DENGAN METODE KONVENSIONAL PADA PUNCAK MUSIM HUJAN DI YOGYAKARTA Aslam, Dhaifullah Rafif; Mulya, Aditya; Mulsandi, Adi; Avrionesti , Avrionesti
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 3 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i3.59207

Abstract

Pengukuran curah hujan di Indonesia masih mengalami keterbatasan sebaran alat observasi dikarenakan variabilitas spasial-temporal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa metode Convective Stratiform Technique (CST) dan Modified Convective Stratiform Technique (mCST) memanfaatkan data Satelit Himawari-9 untuk estimasi curah hujan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta selama periode puncak musim hujan yaitu 1 Desember 2025 – 28 Februari 2026. Metode mCST merupakan pengembangan dari algoritma CST konvensional yang dilakukan melalui penyesuaian nilai ambang batas intensitas curah hujan, dan luasan rata-rata area piksel agar lebih fleksibel digunakan di wilayah tropis. Metode estimasi berdasarkan suhu puncak awan yang diverifikasi terhadap data 20 titik observasi BMKG menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) dan koefisien korelasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan kejadian hujan di DIY mengikuti pola monsunal dengan frekuensi jam hujan tertinggi terjadi pada bulan Februari. Secara statistik, metode mCST terbukti lebih andal dibandingkan CST karena mampu mendeteksi kondisi Tidak Hujan 60,53% serta menekan tingkat overestimate yang signifikan pada kategori hujan ringan. Meskipun kedua metode memiliki kendala akurasi spasial karena kompleksitas topografi lokal, mCST berhasil mengeliminasi korelasi negatif yang dihasilkan metode CST di wilayah pesisir.Sehingga metode mCST menjadi alternatif estimasi curah hujan yang lebih akurat dan sesuai untuk diaplikasikan di wilayah DIY dibandingkan metode CST.