Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN SDM MELALUI PEMBERDAYAAN BUDAYA MENULIS SERTA BERPIKIR KRITIS BERBASIS ISU SOSIAL Dwi Astutiek; Nyoman Suarta; Edi Dwi Riyanto; AV Sri Suhadiningsih; Dwi Retnani Srinarwati; Anies Listyowati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59562

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan era digital yang ditandai oleh derasnya arus informasi dan kompleksitas permasalahan sosial. Salah satu kompetensi yang diperlukan adalah kemampuan literasi, menulis, dan berpikir kritis sebagai sarana membangun kesadaran sosial serta partisipasi masyarakat. Pengurus Forum PAUD Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai penggerak pendidikan masyarakat dan penguatan karakter anak usia dini, namun budaya menulis dan kemampuan berpikir kritis masih belum berkembang secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas SDM pengurus Forum PAUD Jawa Timur melalui pemberdayaan budaya menulis dan berpikir kritis berbasis isu sosial. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, workshop penulisan, advokasi dan pendampingan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif, kolaboratif, dan berbasis pemberdayaan komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi peserta dalam menulis, berkembangnya kemampuan mengidentifikasi dan menganalisis isu sosial pendidikan, meningkatnya keberanian menyampaikan gagasan melalui tulisan, serta terbentuknya budaya diskusi dan komunitas literasi organisasi. Selain itu, dihasilkan beberapa karya tulis dan buku kolaboratif sebagai luaran kegiatan. Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan budaya menulis dan berpikir kritis efektif dalam mendukung pengembangan SDM berbasis komunitas serta memperkuat kapasitas organisasi pendidikan masyarakat secara berkelanjutan.
EGO DEFENSE MECHANISMS IN THE NOVEL PUYA KE PUYA BY FAISAL ODDANG Patricia Liana; Edi Dwi Riyanto; Nadya Afdholy
Jurnal Penelitian Humaniora Vol. 26 No. 1 (2025): Vol 26, No 1: February 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v26i1.8903

Abstract

Rambu Solo is known as the ultimate form of respect for the deceased parents in Toraja’s culture. However, how this ceremony is viewed from the perspective of the deceased’s family responsible for carrying out the Rambu Solo, whether it is considered a source of pride or a burden, could be varied. This research aims to analyze the values contained within the Rambu Solo ceremony through the novel 'Puya ke Puya' and the perspectives of the characters within it. Sigmund Freud's psychoanalytic theories, including the concept of the ego, were used to analyze this novel. Freud's theories delve into the depths of the human psyche, exploring how unconscious desires, conflicts, and defense mechanisms shape human behavior and, by extension, the characters and their motivations in this novel. The research method used is qualitative descriptive. The research findings and observations will be elaborated and analyzed in the discussion chapter, as well as explained through a review of relevant literature related to this research. The background of this research is related to the storyline in the novel 'Puya ke Puya,' which depicts the perception of the Toraja community in the village of Kete' in conducting the Rambu Solo ceremony.