Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PANDANGAN ISLAM TENTANG PENGARUH MOTIVASI DAN DIKLAT TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. MATAHARI DEPARTMENT STORE ROYAL PLAZA SURABAYA Munir, Misbachul; Astutiek, Dwi; Jaunah, Siti Nurul
Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 5 No 2 (2018): September 2018
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sunan Giri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.019 KB)

Abstract

Dunia bisnis memiliki banyak sekali jenis usaha yang ada, diantaranya adalah usaha dagang, usaha perdagangan juga memiliki beberapa jenis cabang berdasarkan jenis usahanya. Salah satunya adalah usaha dagang berupa retail. Dalam perusahaan yang bergerak dibidang retail, ada banyak factor penentu keberhasilan, salah satunya adalah kemampuan mengatur sumber daya manusia yang dimiliki, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan memecahkan masalah tentang pengaruh motivasi dan diklat terhadap kinerja karyawan PT. Matahari Department Store Royal Plaza Surabaya, dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskripsi kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. dari hasil penelitian secara simultan menunjukkan Fhitung> Ftabel dengan sig 0,000 nilai probabilitanya lebih kecil dari 0,05 dengan demikian Hi diterima dan Ho ditolak yang berarti adanya pengaruh antara motivasi kerja dan diklat terhadap kinerja karyawan PT. Matahari Department Store Royal Plaza Surabaya adalah signifikan atau menyakinkan. Dan koefisien R2 sebesar 0,695 atau mendekati 1 menunjukkanpengaruh yang kuat antara motivasi kerja dan diklat terhadap variabel kinerja.
The Overview of Child development During the Covid-19 Pandemic Dwi Astutiek; AV Sri Suhardiningsih; Damayanti Kusuma; Anies Listyowati; Sastro Sardjono
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 18, No 1 (2023): March
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v18i1.249

Abstract

During the Covid-19 pandemic, various activities to stimulate young children suddenly stopped due to the emergency condition of the Covid-19 outbreak, However, the stimulation of growth and development for young children was quite ongoing and obtained quite good results by implementing the Covid-19 health protocol. The aims of this study is to describe the growth and development of children during the Covid-19 pandemic. The research method used is qualitative research with a phenomenological approach. The data collected is by means of participants observation and in-depth interviews through FGDs. The research results obtained are that children's growth and development can be seen by monitoring in the form of anthropometric measurements at the puskesmas or public health centers, as well as passive monitoring of growth and development as seen from the KIA’s handbook to prevent mass crowds as an effort to prevent the transmission of Covid-19 . The result  in this study  found that most were on the growth line in the KIA’s Handbook, while for the level of nutritional intake there were still some children who were lacking in nutrition. Most of the development of gross and fine motor skills in children is in accordance with the KIA’s handbook, however there are a few whose development is not in line with the KIA’s handbook, this could be due to one of the contributing factors, namely nutritional intake. In addition there are 44.44% of children experienced the negative impact of the pandemic on their children's mental-emotional condition, 33.33% of their mental-emotional condition was not affected due to the covid 19 pandemic and 22.22% did not provide clear information. Some of contributing factors that hinder children's growth and development, one of which are nutritional status , the cooperation with health care facilities , and also the support from parents to use  educative indoor games and family recreation by implementing the Covid-19 health protocol.
Model Pemberdayaan Wali Murid melalui Buku Pendampingan PAUD untuk Optimalisasi Usia Emas Anak Pasca Covid-19 Dwi Astutiek
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.4455

Abstract

Pembelajaran saat pandemic Covid-19 tidak maksimal, para guru mengalami hambatan dalam menstimulasi tumbuhkembang anak didiknya, dibutuhkan solusi inovatif dalam pembelajaran. Penelitian ini mengkaji model pemberdayaan pada wali murid yang dilakukan guru PAUD, tujuannya agar wali murid memiliki kemampuan menstimulasi anaknya dalam mengoptimalkan usia emas. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development, teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah Kepala sekolah, guru dan wali murid. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil temuan dari penelitian ini adalah model pemberdayaan pada wali murid oleh guru dengan menggunakan media buku pendampingan PAUD sebagai alternatif pembelajaran yang tepat, terdekat, terjangkau dan efisien. Selain itu buku ini terpadu dan terpandu oleh lembaga PAUD dan guru, lengkap dengan asesmen formatif yang sederhana. Inovasi pembelajaran ini sebagai solusi alternatif dalam menghindari terjadinya lost learning. Pemberdayaan ini juga bermanfaat pasca pandemi Covid-19.
URGENSI MPP SIDOARJO DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PADA MASYARAKAT PERPEKTIF TEORI MAX WEBER Astutiek, Dwi Astutiek; setyawanto, Agus Setyawanto; Arief, Miftakul Arief
Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 14, No 4 (2025): Dinamika Governance - JANUARI
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v14i4.5011

Abstract

.Kehadiran Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sidoarjo sebagai bentuk pelayanan yang ditawarkan bisa memberi Solusi inovasi dalam menanggulangi masalah pelayanan administrasi. Akan tetapi pada pelaksanaan MPP belum maksimal masih banyak keluhan dari Masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memberikan Solusi atas masalah penyelenggaraan MPP dalam perspektif teori Max Weber. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan wawancara secara langsung dan mendalam / in–depth interview. Menggunakan analisis Tematik dengan pengkodean terbuka, axial dan selektif. Hasil penelitian, berdasarkan kebutuhan masyarakat keberadaan MPP Kabupaten Sidoarjo sangat penting dihadirkan. Hal ini bersifat urgen untuk pelayanan satu atap yang aman, nyaman, mudah dan cepat dari berbagai bentuk layanan publik. Namun mulai berdiri hingga saat ini penyelenggaran dan pelayanan belum maksimal perlu pembenahan berdasarkan teori Max Weber, terkait SDM perlu komitmen dari pimpinan (kehadiran) dan para staf untuk melayani tanpa diskriminasi, perlu penambahan staf yang melayani, peningkatan kompetensi pimpinan dan staf, kejelasan SOP, perlu peningkatan koordinasi antar pimpinan instansi, pimpinan dengan para staf dan juga antar staf, perlu peningkatan komunikasi yang baik dengan pelanggan, fasilitasi sarana dan jaringan internet yang memadai, penganggaran yang terbatas, optimalisasi pengaduan melalui website dan kotak saran dengan edukasi pada masyarakat.
Proses Rekruitment Bakal Calon Anggota Legislatif Partai Pkb Sidoarjo Tahun 2024 Putri Nur Amanah; Dwi Astutiek; Amir Bandar Abdul Majid
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana proses rekrutmen bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) dilakukan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Sidoarjo menjelang Pemilu 2024. Sebagai salah satu partai berbasis massa Islam terbesar di Indonesia, PKB memainkan peran strategis dalam menentukan arah politik lokal. Proses rekrutmen Bacaleg bukan hanya soal teknis seleksi, tetapi juga mencerminkan nilai, strategi, dan dinamika kekuasaan yang hidup dalam struktur internal partai. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pengurus partai, calon legislatif, dan aktor lokal lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun PKB telah mencoba membangun sistem rekrutmen yang lebih terbuka dan sistematis, praktik informal seperti patronase, loyalitas personal, dan kekuatan modal masih memiliki pengaruh signifikan dalam proses seleksi. Prosedur formal seperti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) memang dijalankan, namun efektivitasnya sering kali dipengaruhi oleh dinamika internal partai dan konteks sosial-politik lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekrutmen Bacaleg masih menjadi ruang tarik-menarik antara idealisme demokrasi dan realitas politik praktis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi dan rekomendasi bagi perbaikan sistem rekrutmen partai politik di tingkat lokal agar lebih transparan, adil, dan berbasis meritokrasi.
STRATEGI PENGAWASAN PANWASCAM TERHADAP KAMPANYE PILPRES TAHUN 2024 DIKECAMATAN BUBUTAN SURABAYA Muhammad Farkhan Nur Rosyidin; Dwi Astutiek; Abdul Quddus Salam
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis strategi pengawasan yang dilakukan oleh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) terhadap kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2024 di Kecamatan Bubutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi pengawasan yang diterapkan Panwascam cukup efektif dalam mencegah serta menanggulangi pelanggaran kampanye. Peningkatan jumlah tenaga pengawas, optimalisasi peran pengawas di tingkat Kelurahan, serta koordinasi instensif dengan berbagai pihak terkait, seperti Kepolisian, Satpol PP, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan pengawasan tersebut. Selain itu, adanya pelatihan dan pembekalan rutin bagi para pengawas turut memperkuat pemahaman mengenai regulasi kampanye, sehingga proses pengawasan dapat berjalan lebih optimal. Meski demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya dan dinamika politik local yang kadang mempengaruhi netralitas pengawasan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengembangan strategi pengawasan yang lebih komprehensif pada masa mendatang, serta sebagai referansi bagi penelitian lanjutan yang mencakuo seluruh tahapan Pemilu.
Understanding the Role of the Environmental Arena and Community Social Structure in Stunting Prevention Education: Memahami Peran Arena Lingkungan dan Struktur Sosial Masyarakat dalam Pendidikan Pencegahan Stunting Nyoman Suwarta; Dwi Astutiek; Edi Dwi Riyanto; Ahmad Nurefendi Fradana; Joko Susilo; Yulia Mega Puspita
Academia Open Vol. 8 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.8.2023.8667

Abstract

Indonesia is a country with the third highest incidence of stunting in Southeast Asia. Stunting has various negative impacts therefore it is important to prevent it through public education. This research aims to understand the role of the environmental arena and social structure of society in stunting prevention education. This research uses a qualitative method with a case study approach. The research analysis explains the problem of stunting through four environmental arenas and social structures that exist in communities in four cities or districts, including the educational, economic, cultural, and ideological arenas. By understanding the roots of the stunting problem identified through the environmental arena and social structure of society, we can identify effective methods for stunting prevention programs in the field, namely sustainable education based on local culture in all aspects of community life. Highlights : Interconnected Factors: The research explores how various environmental arenas and social structures intertwine to contribute to the prevalence of stunting. Local Cultural Context: Understanding the local cultural context is crucial for designing effective stunting prevention education programs. Sustainability and Community Engagement: Emphasizing sustainable education initiatives rooted in local culture ensures long-term engagement and effectiveness in combating stunting. Keywords : arena, education, economy, culture, ideology
Understanding Sarinah as an Arena for Feminism Education Based on Local Culture: Memahami Sarinah Arena Pendidikan Feminisme Berbasis Budaya Lokal Nyoman Suwarta; Dwi Astutiek; Edi Dwi Riyanto; Ahmad Nurefendi Pradana; Bambang Kusbandrijo; Yopi Lutfi Subargo
Academia Open Vol. 9 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.9.2024.9436

Abstract

General Background: Feminism education is crucial for fostering mutual respect and understanding of gender differences, emphasizing the social identity of archipelago feminism. This approach embraces the values of womanhood rooted in Indonesian culture and customs. Specific Background: The book "Sarinah" by President Sukarno offers a foundational perspective for exploring the historical and cultural significance of feminism education in Indonesia. Knowledge Gap: Despite analyses of "Sarinah" focusing on feminist values and Marxist literary criticism, research on the specific educational arena of feminism in Indonesia is limited. Aims: This study aims to analyze the Indonesian feminism education arena as presented in "Sarinah," using a qualitative methodology, including literature review and event interpretation. Results: The analysis identifies four key aspects: the third phase of civilization evolution, the role of intelligence, motivations of Indonesian feminism, and external influences such as society, family, and education systems. Novelty: The study highlights the distinctiveness of feminism education in Indonesia by focusing on local cultural values. Implications: The research emphasizes integrating cultural and traditional values in feminism education to promote gender equality. It calls for empowering women, recognizing their equal capabilities to men, and eliminating discrimination based on gender, class, or ethnicity. Highlights: Cultural Relevance: Emphasizes aligning feminism education with Indonesian cultural values. Key Factors: Identifies intelligence, motivation, and societal influences in the education arena. Empowerment: Highlights the need to empower women and address barriers to gender equality. Keywords: Pendidikan Feminisme, Arena, Adat, Budaya Nusantara
Bridging Gaps in Government Policies for Inclusive Education in Indonesia: Menjembatani Kesenjangan dalam Kebijakan Pemerintah untuk Pendidikan Inklusif di Indonesia Nyoman Suwarta; Ahmad Nurefendi Fradana; Dwi Astutiek; Agus Salim; Joko Susilo; Bambang Koesbandriyo
Academia Open Vol. 10 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.10485

Abstract

Background: Inclusive education ensures equitable access for students with special needs, yet implementation in Indonesia faces challenges like limited resources, insufficient teacher training, and societal stigma. Knowledge Gap: While studies examine teacher attitudes and institutional challenges, the role of government policy remains underexplored. Aim: To analyze the implementation of government policies on inclusive education. Results: Qualitative analysis revealed gaps in training and funding, contrasting with successful policy instruments supporting inclusion. Novelty: This study identifies disparities between policy frameworks and their practical application. Implications: Collaborative efforts among stakeholders and enhanced cultural support are crucial for effective policy implementation and better educational outcomes. Highlights: Policy Implementation: Gaps exist between inclusive education policies and their practical application, particularly in teacher training and funding. Community Perspectives: Societal stigma toward students with special needs remains a critical barrier to inclusivity. Collaboration Required: A multi-stakeholder approach is essential to align policy objectives with ground-level execution and cultural integration. Keywords: Inclusive Education, Government Policy, Teacher Training, Societal Stigma, Resource Allocation
Sinergi Triple Helix untuk Meningkatkan Edukasi Pengelolaan Sampah Masyarakat melalui Bank Sampah di Desa Panjunan Nailul Ulah Al Chumairoh Machfud; Dwi Astutiek; Agus Setyawanto; Abdul Quddus Salam; Asyhari; Nurul Hadi
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 1 No 01 (2024): Sinergi Ilmu dan Nilai: Pengembangan Komprehensif untuk Masyarakat Berdaya
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste management remains a critical issue in many rural areas, including Panjunan Village. The lack of public awareness regarding sustainable waste handling highlights the need for educational interventions involving multiple stakeholders. This community service project aims to enhance public education on waste management through the development of a waste bank using the Triple Helix approach, involving collaboration among universities, local government, and the community. The methods included awareness campaigns, training sessions, and technical assistance in establishing and managing the waste bank. The results indicated a significant improvement in community knowledge and active participation in household waste sorting and management. Furthermore, the formation of a waste bank management team and the engagement of local partners served as indicators of the success of this collaborative approach. Thus, the Triple Helix synergy proves effective in promoting environmental awareness and empowering sustainable waste management at the village level.