Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI MANFAAT SERAI SEBAGAI OBAT PENGUSIR NYAMUK PADA SISWA SMA SWASTA PANCA BUDI Lisdayani Lisdayani; Ariani Syahfitri Harahap; Dini Mufriah; Adriansah Adriansah; Mukti Hakim; Porkas Sojuangon Lubis; Muhammad Nasir Karim
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.61035

Abstract

Serai juga dikenal sebagai Cymbopogon citratus. Serai merupakan tanaman tahunan. Daun serai yang panjang dan tipis banyak dibudidayakan karena manfaatnya sebagai minyak asiri. Minyak asiri dari tanaman obat berasal dari daerah tropis dan beberapa daerah subtropis Asia, Afrika, Amerika. Minyak asiri adalah ekstrak tumbuhan dari berbagai tumbuhan, tidak hanya dari bunga, tetapi juga dari batang, daun, dan berbagai bagian tumbuhan lainnya. Kandungan minyak asiri serai sekitar 1-2% pada basis kering dan diekstraksi dari bagian daun tanaman..Diperlukan usaha untuk melindungi diri sendiri dari serangan nyamuk, yang bisa dilakukan dengan menggunakan repellent atau anti nyamuk. Bahan yang digunakan pun haruslah bahan alami, yang tidak menggunakan bahan kimia berbahaya yang bisa merusak lingkungan ataupun menyebabkan gangguan kesehatan. Salah satunya adalah menggunakan tanaman serai, yang memiliki kandungan citronellol dan geraniol. Tujuan kegiatan yaitu penyuluhan pembuatan semprotan (spray) anti nyamuk dari serai bagi masyarakat. Semprotan anti nyamuk yang dibuat tidak membahayakan kulit maupun Kesehatan serta mudahdibuat oleh masyarakat.
Enhancing Compost Quality through Black Soldier Fly Larvae Bioconversion of Young Coconut Coir and Low-Carbon Organic Wastes Dini Mufriah; T. Sabrina; Lisdayani Lisdayani
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v9i2.2787

Abstract

Young coconut coir is an abundant high-carbon residue in Medan, North Sumatra, Indonesia, but its direct use as an organic amendment is limited by its fibrous structure and high C/N ratio. This study aimed to evaluate whether mixing young coconut coir with several low-carbon residues could improve the quality of frass produced by black soldier fly larvae. The experiment was arranged in a randomized complete block design with seven substrate treatments and three replications. The treatments consisted of young coconut coir alone and its mixtures with cauliflower leaf waste, pineapple skin waste, chicken manure, quail manure, goat manure, and cow manure. After 14 days of larval treatment, the frass was analyzed for moisture content, pH, total organic carbon, total nitrogen, C/N ratio, total phosphorus, and total potassium. The substrate mixtures significantly affected moisture content, pH, total organic carbon, total nitrogen, C/N ratio, and total potassium (P<0.01), but did not significantly affect temperature and total phosphorus. The mixture with quail manure produced the most favorable frass, characterized by low moisture content (30.84%), the highest total nitrogen (4.15%), the lowest C/N ratio (12.22), and the highest total potassium (4.59%). It also increased total nitrogen by 116.52% and total potassium by 51.38% compared with the initial substrate. These findings demonstrate that combining young coconut coir with nutrient-rich animal manure, particularly quail manure, is an effective strategy for producing nutrient-enriched BSFL frass suitable for use as an organic amendment.